Breaking News
Home / Tulisan / Manajemen / Asal Goblek* 3 di Pulau Dewata.

Asal Goblek* 3 di Pulau Dewata.

Asal Goblek* 3 di Pulau Dewata.

* Istilah ini aku dapat dari rekan salesman Honda di Jakarta yang sering kumpul-kumpul di sela pekerjaan mereka keliling menawarkan barang. Obrolan tanpa tema saat mereka kumpul inilah yang mereka sebut sebagai ‘asal goblek’.

 

Kalau kamu pernah gak berencana untuk membangun bisnis sendiri?” kali ini atasanku yang memulai perbincangan di pagi hari saat perjalanan menuju tempat training.

Saya sering pak berpikir untuk itu” jawabku.

Bisnis apaan?” tanyanya lagi,

Banyak pak, beragam bisnis pernah saya rencanakan, dari mulai buka rumah makan, warnet, rental PS, juragan angkot, foto studio, buka toko kelontong dan lain-lain, tapi semuanya baru rencana pak, belum ada yang saya jalankan dan entah kapan saya akan memulainya”.

Gak apa-apa tif, sebenarnya kamu sudah mulai membangun bisnis kamu, mimpi kamu itulah pondasi awal dari bisnis yang akan kamu rintis, imagination rules the world kata Napoleon Bonaparte” ucap atasanku dengan penuh keyakinan. Itulah karakteristik beliau yang selalu memotivasi dan mengarahkanku pada hal yang positif. “Lalu saat ini kamu lebih yakin untuk merintis yang mana?” tambahnya lagi.

Saya ingin membangun sekolah pak, bukan hanya untuk bisnis, melainkan ada hal lain yang lebih besar yaitu mengamalkan ilmu untuk membangun umat

ya.. ya.. bagus juga tuh tif, saya doakan semoga bisa terwujud..! kamu tahu gak tif,” lanjutnya,

”Apaan tuh pak..?”  tanyaku sambil memandang ke arahnya dengan kerutan dahi yang tak sedikit.

Tif, Bisnis itu harusah bisa memberikan kesenangan buat diri kita, jangan biarkan bisnis menguasai seluruh hidup kita dan membuat kita diperbudak olehnya. Kalau kamu berbisnis kelak, kamu harus bisa meluangkan waktu untuk hal-hal utama dalam hidupmu, keluargamu misalnya, jangan biarkan mereka terbengkalai dan kamu nomor duakan, kalau bisa libatkan juga mereka dalam kesenangan yang kamu rasakan saat berbisnis. Itulah yang saya katakan sebagai BISNIS CERDAS” papar atasanku panjang lebar.

Iya pak..” aku hanya bisa mengangguk sambil terus mengerutkan dahi tanda penuh harap beliau melanjutkan paparannya mengenai bisnis cerdas yang dimaksudnya.

Melihat ekspresiku, mungkin atasanku hapal bahwa aku tengah dahaga atas penjelasannya lagi, ia pun melanjutkan ”Bisnis yang saya maksud ini adalah saat kamu ingin liburan, kamu bisa liburan tanpa khawatir kehilangan bisnismu itu, saat kamu berencana pergi haji yang memakan waktu panjang, kamupun masih bisa melakukannya. Bahkan jika kamu sudah tidak mengurusinya lagi, kamu dapat percaya bahwa orang yang menanganinya bisa melanjutkan dengan baik

Seperti MLM misalnya?” tanyaku menyambar,

kamu kan tahu bahwa saya termasuk orang yang kurang suka dengan MLM” jawabnya.

Kalau sekolah pak? Tanyaku lagi.

‘’Boleh juga tuh tif, saat murid-muridmu liburan, kamu juga bisa liburan, dan bukankah hal tersebut membuat kamu lebih mulia dengan memberikan manfaat buat orang banyak, terlebih lagi kamu juga bisa terus belajar dan memperkaya khazanah keilmuan kamu” jelasnya mengamini pertanyaan ku.

Akupun mengangguk tanda setuju dan puas bahwa cita-citaku dianggap cerdas. ‘’tapi pak, terus terang bahwa cita-cita saya membangun sekolah nantinya bukan bermotif bisnis, melainkan ibadah, adapun jika ternyata aktifitas saya tersebut menghasilkan uang, maka hanya sebuah ekses saja, itupun insya Allah akan saya salurkan di jalanNya” kataku menegaskan cita-citaku tersebut.

Atasaku mengangguk tanpa kata-kata, tapi aku yakin bahwa beliaupun setuju denganku, walaupun bentuk cita cita bisnisnya berbeda denganku. Anggukannya pulalah yang menandakan bahwa kami sudah tiba di gerbang lokasi training.***

 

Kuta Bali, 9 November 2007

Oleh Abdul Latief, WTS

WTS: Writer Trainer Speaker. Penulis telah menerbitkan beberapa buku dan aktif di pengembangan sumber daya manusia, training public speaking, leadership, managemen, motivasi, dan beragam program lainnya bagi termasuk menyemai pengembangan para pelajar dan mahasiswa di Banten dengan program Early Leadership dan Early Motivaton.

follow twitter: @pondok_harmoni

Instragram : @abdullatiefku & @harmonydailyquotes

Email : pondok.harmoni@gmail.com

About abdullatiefku

Check Also

Sel Perubahan Perilaku

Sel Perubahan Perilaku.   pondok-harmoni.com – Hari ini sangat sibuk sekali, senin yang sibuk diawali …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *