Breaking News
Home / Tulisan / Motivasi / Bertahan Menuju Kebahagiaan

Bertahan Menuju Kebahagiaan

Bertahan Menuju Kebahagiaan

 

 

pondok-harmoni.com – “Bang, bagaimana caranya bisa jadi aktifis bahkan presiden mahasiswa, sekaligus berprestasi saat kuliah?” Tanya seorang mahasiswa saat sharing session di sebuah acara kampus.

 

Pertanyaan itu membawaku pada labirin memori masa kuliah dulu.

 

Berapa kali aku makan mie instan dengan air keran tanpa di masak. Karena sudah kehabisan uang. Atau pernah Aku malam-malam kelaparan, lalu menemukan telur dan langsung memakan tanpa dimasak.

 

Selama 4 tahun tidak bayar kost, tp selalu dapat menginap, pindah dari satu kost ke kost yang lain, atau tidur di sekretariat organisasi, dan di mesjid kampus.

 

Membaca buku, membaca koran, mengerjakan tugas kuliah, ikut seminar dan workshop, terlibat dalam penelitian. Tidur jam 3 pagi lalu bangun jam 6 untuk kuliah. Seperti sudah menjadi kebiasaan.

 

Bertemu dengan beragam orang untuk berdiskusi dan menggali ide serta selalu terlibat dalam banyak panitia kegiatan seakan menjadi hobby.

 

setiap kali mendapat uang saku, 3/4nya langsung aku belikan buku. Sisanya untuk makan secukupnya yang seringkali kurang. Tak ada hari tanpa membaca.

 

Membuat buletin kampus, mengirim artikel ke koran, diskusi keilmuan sampai pagi, ikut lomba karya tulis, penyiar radio, membaca minimal 4 koran berbeda setiap hari, semua itu menjadikan hidup kreatif.

 

Hampir setiap akhir pekan pergi ke pesantren di pedalaman Banten untuk ikut mengajarkan matematika dan tulis menulis.

 

Saat kuliah dulu, itu Semua dilakukan untuk satu alasan, BERTAHAN HIDUP..!!

 

Aku bukanlah satu-satunya yang melakukan hal itu,  ada ratusan, bahkan ribuan mahasiswa yang harus mengasah kreatifitas agar dapat Hidup di dunia kampus dengan biaya terbatas, bahkan ada yang sama sekali tak memiliki uang tapi berhasil lulus kuliah dengan cemerlang.

 

Lagi-lagi BERTAHAN HIDUP menjadi alasan utama yang menguatkan

 

Lantas apakah saat itu merasa menderita melakukannya? Tak sedikitpun, Semua terasa begitu nikmat dan menyenangkan. bahkan tak sama sekali membayangkan hidup seperti mereka yang berkuliah dengan penuh hura-hura. Targetku saat itu, lulus kuliah secepatnya dengan predikat Cum Laude dan aktif di organisasi.

 

Kehidupan mahasiswa yang bebas, seringkali melenakan mereka yang tak memiliki orientasi yang kuat. Tak ayal putus kuliah tanpa tujuan pasti, atau parahnya berijazah tanpa harus kuliah.

 

“Kehidupan Mahasiswa tak lepas dari 3 Hal; Pesta, Cinta, dan Buku”. Ujar Soe Hok Gie, aktivis tahun 66.

 

Pilihan terakhir itulah yang paling layak dipilih. sebab hal itulah yang menjadi salah satu alasan real untuk dapat bertahan hidup.

 

Pada dasarnya manusia diberikan insting yang kuat untuk dapat bertahan hidup. Akal yang diberikan pada manusia seharusnya dapat mengeluarkannya dari belenggu hidup yang selama ini mengekang potensi diri kita.

 

Tidak ada manusia yang diciptakan untuk gagal. semua terlahir untuk sukses, tapi seringkali aral yang menghadang menjadikan kita menyerah dan merasa diri kita telah gagal.

 

Coba anda baca buku-buku biografi orang sukses, Semua orang sukses punya kelebihan banyak cara untuk bertahan hidup dan menjadikan diri mereka lebih baik dari orang lain. Dan sebaliknya mereka yang gagal selalu bersembunyi dibalik ribuan alasan kegagalan yang mereka buat.

 

Sejarah peradaban duniapun demikian. Australia dulunya hanya pulau yang dijadikan tempat pembuangan para penjahat. Karena alasan bertahan hidup, pulau yang awalnya disangka hanya gurun pasir tak berguna, disulap menjadi negara maju oleh mereka yang terbuang.

 

Jepang, yang negaranya 80% daratan berbatu dan tidak subur, ternyata bisa menjadi salah satu negara termaju di dunia.

 

Padahal “Laut yang tenang takan menciptakan Pelaut Tangguh”

 

Kalau saya tanya;

sebutkan sifat-sifat positif yang bisa membuat kita sukses?

Dan sebutkan sifat-sifat negatif yang bisa membuat kita gagal?

 

Tak perlu memanggil motivator berbiaya mahal, cukup anda jawab sendiri pasti bisa menyebutkan belasan bahkann puluhan sifat positif yang harus diikuti dan sifat negatiff yang harus dihindari. Masalahnya, APAKAH kita MAU melaukan hal POsITIF dan menjauhi HAL NEGATIF?

 

BERTAHANLAH untuk tetap selalu hidup dalam aktifitas POSITIF. Dengan demikian kita akan selalu bertahan hidup dalam kebahagiaan.

 

@Bus Primajasa jurusan tj.priuk-merak, 30 agustus 2012.

Oleh Abdul Latief, WTS

WTS: Writer Trainer Speaker. Penulis telah menerbitkan beberapa buku dan aktif di pengembangan sumber daya manusia, training public speaking, leadership, managemen, motivasi, dan beragam program lainnya bagi termasuk menyemai pengembangan para pelajar dan mahasiswa di Banten dengan program Early Leadership dan Early Motivaton.

follow twitter: @pondok_harmoni

Instragram : @abdullatiefku & @harmonydailyquotes

Email : pondok.harmoni@gmail.com

About abdullatiefku

Check Also

Katak Tuli

Katak Tuli     pondok-harmoni.com – Sebulan yang lalu, entah mengapa aku rindu pada Profesor …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *