Breaking News
Home / Tulisan / Motivasi / Deal Or No Deal..?

Deal Or No Deal..?

Deal Or No Deal..?

Jakarta, 30 Oktober 2007

Oleh Abdul Latief

 

Kini tawaran Banker atas koper yang anda pilih adalah Rp.950.000.000,-,atau anda akan memilih koper di tangan anda yang anda percayai isinya 2 milyar rupaiah,  Deal or No Deal..?

Penggalan kalimat di atas adalah bait kata yang diutarakan oleh Tantowi Yahya, host acara Deal or No Deal yang kini tengah menjadi acara favorit pemirsa salah satu stasiun TV swasta nasional. Saat host menawarkan ini, biasanya peserta akan bingung memilih antara menerima sejumlah uang tawaran banker dengan berkata “Deal” atau “No Deal” untuk menolak tawaran sementara, dengan harapan akan mendapatkan hadiah yang lebih besar dengan membukan satu persatu ‘Koper Harapan’ yang dibawa para gadis cantik yang menjadi kembang acara. Kebingungan akan semakan mendera manakala tawaran banker semakin besar.

Hanya orang yang memiliki keberanian seperti andalah yang bisa sukses dalam permainan ini…!”

 

Kata-kata ini kerap muncul untuk memberikan warna dalam permainan, tentunya ucapan ini juga bisa memacu adrenalin untuk menerima tantangan lebih kuat, atau bisa juga sebaliknya malah menjerumuskan peserta pada penyesalan akibat keputusan yang ternyata ‘Bad Deal’ atau salah memilih.

Bagiku quiz ini bukan sekedar penghibur hati, melainkan miniature kehidupan dunia. Quiz ini adalah hakikat dunia, gambaran nyata kehidupan yang penuh pilihan.  Selalu saja kita dihadapkan pada koper-koper yang menggoda, koper mana yang akan kita pilih dan kapan kita harus menahan diri akan menentukan hasil kehidupan yang kita akan terima.

Saat pagi hari, kita dihadapkan pada pilihan “Deal untuk bergegas bangun, or no deal?”, kemudian berlanjut “Deal untuk segera berangkat kerja, or no deal” “Deal untuk sarapan dengan bubur atau nasi goreng”, “Deal untuk bekerja keras or berleha-leha”,Deal untuk membuka pasar baru or hanya mempertahankan pasar?”, dan terus berlanjut dengan transaksi kehidupan yang biasanya akan terasa semakin berat. Tentunya, pilihan yang semakin berat akan memberikan hasil yang lebih besar jika berhasil menentukan pilihan yang benar “GOOD DEAL”

“Tawaran Banker saat ini sangat besar, dan bisa jadi ini adalah tawaran terbesar dari banker yang tidak akan muncul lagi saat anda menolak dan memilih koper yang salah…?”

Benarkah tawaran kehidupan akan berakhir saat kita salah mengambil keputusan? setujukah bahwa kesempatan hanya datang satu kali? Benarkah tawaran besar tidak akan datang lagi, dan akan membuat kita menyesal selamanya? Beberapa ungkapan di atas aku tak sepenuhnya setuju, Sebab, diri kitalah yang menciptakan kesempatan. Saat kita berhenti berusaha, maka kesempatan akan tertutup bagi kita. Saat  kita salah memilih kemudian menyesal dan berhenti, maka kegagalan itulah yang kita rasakan, kita telah membuat BAD DEAL..!

Tawaran kesuksesan seperti koper dalam Quiz tersebut, amat menggiurkan dan tak tahu hasilnya sampai kita menyelesaikan. Tapi, koper dalam kehidupan tidak seterbatas jumlah koper dalam Quiz, kesempatan yang tersedia untuk kita tidaklah terbatas, saat gagal memilih, masih banyak kesempatan bagi kita untuk bangkit dan lebih sukses.!

Kiat tidak akan pernah tahu, kapan permainan akan usai, hanya Tuhan yang tahu batas akhir dari permainan hidup. Saat kita mati, barulah kita tahu hasil dari proses yang kita jalani, apakah kita “Good deal” dengan menerima kehidupan yang baik, atau “BAD Deal” karena telah menyia-nyiakan hidup.

Tidaklah benar bahwa Tuhan “pilih kasih” Tuhan tidak pernah semena-mena terhadap hidup kita, yang diinginkan-NYA semua makhluk membuat GOOD Deal, tapi tidak semuanya mau membuat Good Deal. Bahkan dengan kasih-NYA Tuhan selalu memberikan kesempatan bagi kita untuk memperbaiki pilihan hidup kita. Lebih dari itu, Tuhan juga memberikan panduan yang jelas pada manusia agar membuat Good Deal, tapi tidak semua orang mau mendengar, melihat dan membaca petunjuk-NYA.

Jadi apa keputusan anda ? DEAL or NO DEAL..?

www.pondok-harmoni.com

Follow: @pondok_harmoni

About Admin

Check Also

Katak Tuli

Katak Tuli     pondok-harmoni.com – Sebulan yang lalu, entah mengapa aku rindu pada Profesor …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *