Breaking News
Home / Tulisan / Motivasi / Semesta Mendukung

Semesta Mendukung

Semesta Mendukung

 

pondok-harmoni.com – Daya tahan tubuh ternyata ada batasnya, itulah yang seringkali aku lupakan. Bangun jam 4 pagi, berangkat kerja, pulang jam 21 malam, lalu tidur jam 23. Setiap hari… Tapi ternyata tubuhku tak sekuat yang kukira. Di tengah cuaca penuh anomali ini, toh akhirnya aku demam juga.

 

Di tengah demam, aku coba masuk kerja. Berharap pijatan istri dan obat demam yang kuminum semoga menjadi tameng dan perisai ampuhku hari ini.

 

Orang gendut sepertiku, barangkali tak tampak sedang demam, toh santapan porsi makan tetap banyak, dan wajah terlihat segar. Terlebih selalu menghiasi hari dengan canda gurau.

 

Siapa dinyana, saat menjadi MC di hadapan karyawan tadi, perutku melilit, pikiran melayang, tubuh merinding, dan hanya berharap aku tak pingsan, kalau aku pingsan, pasti berat mereka mengangkatku.. Ha… ha…

 

Dalam ilmu psikologi, ada istilah psikosomatis. Yaitu sakit dalam tubuh yang diakibatkan oleh pikiran. Simpelnya, kita sakit, karena kita berpikir bahwa kita sakit. Atau pikiran kita yang penat, stress, menyebabkan tubuh kita menjadi sakit.

 

Berusaha menemukan anomali dari psikosmatis ini, jika aku berpikir bahwa aku sehat, maka aku akan sehat. Maka seharian ini, aku mengabaikan demam tubuhku, dan akhirnya aku berhasil sehat seharian untuk menuntaskan semua kerjaan. Namun di bis kota ini, aku kembali demam… Semoga setiba di rumah nanti, senyum istriku menguatkanku melawan demam.

 

Mengingat masa kuliahku dulu, aku selalu berhasil melawan demam dengan aktifitas yang padat, makan yang banyak, lari sore di alun-alun kota, dan tidur malam yang lelap, demam pasti kabur. Syukurlah itu selalu berhasil…

 

Ingin sehat, beraktifitaslah..!!! Bahkan dosenku bilang, seorang aktifis maksimal hanya boleh tidur 6 jam, isi hari dengan aktifitas bermanfaat, niscaya hidup akan sehat dan produktif.

 

Menurut Prof.Yohanes Surya, agar dapat berhasil, setiap orang harus selalu “KRISLANGKUN” krisis-langsung-dan tekun. Setiap hari kita harus melakukan hal-hal penting, karena kita berada dalam kondisi krisis. Dan harus selalu LANGSUNg melakukan apa yang sudah direncanakan dengan TEKUN.

 

Jika sudah “krislangkun” maka kita akan mendapatkan “Mestakung” atau semesta mendukung. Mestakung adalah kekuatan ekstra yang didapatkan oleh seseorang saat mendapatkan tekanan.

 

Seperti saat kita lari dikejar anjing galak, maka lari kita akan cepat, bahkan jika ada selokan besar atau tembok yang tinggi, kita dapat melompatinya, padahal dalam kondisi normal, hal tersebut terasa mustahil dilakukan.

 

Sudah menjadi konsensus, bahwa jika seseorang merasa terdesak, dia akan berusaha bertahan dengan segenap kemampuannya. Sebagaimana taktik perang yang digunakan beberapa jenderal dalam sejarah yang membakar kapalnya agar tak ada pilihan selain berjuang untuk menang, atau kalah mati karena tak ada kesempatan untuk pulang..

 

Bahwa para buruh migran indonesia di luar negeri lebih rajin ketimbang saat mereka di tanah air, atau para perantau yang cenderung memiliki semangat juang tinggi ketimbang penduduk tanah asal, adalah fakta lain yang menguatkan teori mestakung sebagai sebuah semangat juang.

 

Jadi, dalam kondisi apapun tetaplah menjaga semangat. Sehat semangat, demam tetap harus semangat… Karena dengan semangatlah, hidup akan menjadi tetap hidup..

 

Tetap semangat….

 

@bus Primajasa Jurusan Tj.Priuk-Merak. 30 Maret 2012.

Oleh Abdul Latief, WTS

WTS: Writer Trainer Speaker. Penulis telah menerbitkan beberapa buku dan aktif di pengembangan sumber daya manusia, training public speaking, leadership, managemen, motivasi, dan beragam program lainnya bagi termasuk menyemai pengembangan para pelajar dan mahasiswa di Banten dengan program Early Leadership dan Early Motivaton.

follow twitter: @pondok_harmoni

Instragram : @abdullatiefku & @harmonydailyquotes

Email : pondok.harmoni@gmail.com

About abdullatiefku

Check Also

Katak Tuli

Katak Tuli     pondok-harmoni.com – Sebulan yang lalu, entah mengapa aku rindu pada Profesor …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *