Breaking News
Home / Tulisan / Seni Kehidupan / Ha.. Ha.. Ha…

Ha.. Ha.. Ha…

Ha.. Ha.. Ha…

 

 

 

Seorang NENEK masuk lift hendak ke lantai 6.

 

Di lantai 1 masuk gadis yang sangat harum.

 

NENEK : “Wanginya.. harum banget”

 

GADIS : “Merk BULGARY… 2 juta perbotol!” katanya pamer kepada Nenek.

 

Di lantai 3 masuk lagi seorang Gadis.

 

NENEK : “Wah.. Wanginya harum juga…”

 

GADIS : “Merk GUCCI.. 3,5 juta sebotol”

 

Tiba di lantai 6, Nenek keluar lift sambil kentut yang membuat kedua Gadis tersebut hampir pingsan karena baunya dahsyat…..

 

NENEK berkata:

 

“Merk JENGKOL, 15 ribu sekilo……!!”

 

***

 

“Ha.. Ha.. Ha…” Malam ini, di bus kota ini aku memang ingin tertawa. Setidaknya untuk mengendorkan urat syaraf yang kaku seharian dipakai untuk bekerja.

 

Tertawa itu menyenangkan, setiap hari harus tertawa, minimal sekali. Hampir setiap TV memiliki acara humornya sendiri, bahkan TV serius bergenre beritapun memiliki acara komedi yang menjadi langgananku. Pada hari selasa malam ‘Open Mic’, rabu malam ‘Stand Up Comedy’, dan kamis malam ‘Battle of Comic’, hari lainnya? Tak sulit menemukan acara humor di TV kita.

 

Konon, kata orang-orang tua dulu, tertawa memang bagus untuk kesehatan. Setelah sekian lama diyakini hal tersebut,  setidaknya sekarang hal tersebut telah dibuktikan oleh penelitian. Seorang dokter dari Universitas Maryland di Baltimore, Michael Miller, melakukan penelitian khusus hal ini.

 

Di hadapan pertemuan Asosiasi Jantung Amerika Serikat, Miller mengungkapkan bahwa tertawa bisa menghasilkan suatu zat kimia yang dapat melancarkan peredaran pembuluh darah.

 

Penelitian itu dilakukan dengan mewawancarai 150 orang yang menderita serangan jantung di masa lalunya dan juga pasien yang sedang menjalani perawatan jantung. Ke 150 pasien itu dibandingkan dengan 150 orang lainnya yang memiliki usia yang sama tetapi tidak menderita penyakit jantung.

 

Pertanyaan yang diajukan kepada mereka merupakan tes standard saja, yang digunakan untuk mengukur humor mereka sehari-hari. Misalnya saja, bagaimana perasaan mereka ketika datang ke sebuah pesta dan ternyata ada orang yang pakaiannya sama.

 

Dari pertanyaan-pertanyaan seperti itu, menurut Miller, diketahui bahwa para penderita jantung kekurangan sekitar 40% sampai 45% keinginan mereka untuk tertawa menanggapi situasi seperti itu. Itulah sebabnya Miller berharap, suatu hari kelak tertawa bisa dijadikan salah satu terapi pengobatan dan perawatan jantung.

 

Kata Miller, “Sebagaimana latihan tubuh lainnya, latihan tertawa agar otot-otot tertawa bisa lemas, bisa juga dilakukan dengan teratur. Selain itu, cobalah untuk sedikit mengendorkan urat syaraf dan sedikit rileks”. Miller dan timnya saat ini sedang meneliti peran zat kimia hasil dari tertawa tersebut, yang kemungkinan adalah nitri oksida, yang berfungsi untuk melancarakan peredaran darah. Zat nitri oksida biasanya digunakan untuk menenangkan pasien penyakit gigi. Tetapi sekarang sudah mulai dipakai untuk obat jantung.

 

Kalau tertawa itu sehat, lantas kenapa ada saja orang yang sulit untuk tertawa?

Aku juga aneh, barangkali hidup sedemikian berat dan penuh beban hingga tawa menjadi suatu hal yang menyulitkan dan menjadi beban.

 

Di bus kota ini, barusan sang pengamen bernyanyi dengan penuh tawa, sangat asyik melihatnya.. Wajahnya yang legam akibat sering terpanggang sinar mentari tetap menyenangkan untuk dilihat. Dan cobalah kita tengok, siapapun orang yang tertawa akan terlihat menyenangkan kendati mereka tak berparas tampan atau cantik, tertawa membuat wajah nyaman dilihat..

 

Dan sebaliknya, mereka yang berparas tampan atau cantik akan terlihat angkuh, menyebalkan, atau tak nyaman dilihat jika cemberut, kesal,  atau bergaya wajah sok jaim.

 

Kata temanku, menilai orang yang ramah dengan tidak ramah bisa dilihat dari garis bibirnya saat dia tengah terdiam. Kalau garis bibirnya agak meliuk ke bawah, artinya dia kurang ramah, atau minimal sulit untuk tersenyum apalagi tertawa. Dan sebaliknya jika agar meliuk ke atas, maka orang tersebut mudah bersikap ramah dan menebar tawa. Karena garis bibir itu dibentuk dari kebiasaan kita yang mengakar.

 

Selain sehat, tawa juga dapat meningkatkan produktifitas. Di beberapa perusahaan di India dan jepang, sebelum masuk kerja mereka membiasakan diri untuk tertawa beberapa menit. Hasilnya? Produktifitas meningkat.

 

Jadi, sudahkah Anda tertawa hari ini? Kalau hari ini anda tak sekalipun tertawa, alangkah beratnya hidup ini..hufff…

 

Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang…

 

 

@Bus Aja, Jurusan Tj.Priuk-Balaraja. 30 Mei 2012.

Oleh Abdul Latief, WTS

WTS: Writer Trainer Speaker. Penulis telah menerbitkan beberapa buku dan aktif di pengembangan sumber daya manusia, training public speaking, leadership, managemen, motivasi, dan beragam program lainnya bagi termasuk menyemai pengembangan para pelajar dan mahasiswa di Banten dengan program Early Leadership dan Early Motivaton.

follow twitter: @pondok_harmoni

Instragram : @abdullatiefku & @harmonydailyquotes

Email : pondok.harmoni@gmail.com

About abdullatiefku

Check Also

Hidup Kreatif

HIDUP KREATIF       “Untuk menjadi kreatif, kita harus terbiasa untuk tidak terbiasa”–Yoris Sebastian …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *