Breaking News
Home / Tulisan / Manajemen / Helicopter View*

Helicopter View*

Helicopter View*

Hotel Jayakarta Senggigi Beach, 00.20 WITA.

Oleh Abdul Latief

*Tulisan ini terinspirasi saat aku diperkenankan keliling kota Mataram dengan menggunakan Helicoper, Gratis…!. Kok bisa sich? baca saja  diary ku ini…!

 

Pernah naik pesawat? Tentunya banyak dari kita sudah pernah merasakan naik burung besi ini, apalagi dengan adanya persaingan yang ketat antara industri penerbangan dan di dukung oleh kebutuhan untuk bertransportasi yang hemat waktu dan tenaga, maka pesawat telah menjadi salah satu alternatif bertransportasi yang digemari oleh masyarakat. Jadi jangan heran jika ada penumpang pesawat yang mengenakan sandal jepit dan kaos oblong butut saat naik pesawat.

Bagi para pebisnis, dimana waktu merupakan harta yang paling berharga, mutlak membutuhkan kendaraan yang efisien, lalu lintas padat di negeri ini kerap kali menghambat aktifitas mereka, sehingga jalur udara menjadi salah satu alternative buat mereka, helicopterlah yang dijadikan solusinya.

Bagi mereka yang jeli dan berkantong tebal, jasa transportasi helicopter menjadi bisnis yang menggiurkan, sehingga jangan aneh di saat jam sibuk di siang hari, helicopter sering berseliweran di langit ibukota, banyak gedung di Jakarta di lengkapi dengan ‘Helli pad’. Bandara Soekarno Hatta pun menyediakan lokasi khusus untuk helicopter komersial. Dan ini semua telah menjawab kebutuhan efisensi waktu dan kenyamanan buat para pebisnis, bahkan ke depan penggunaan helicopter akan semakin banyak lagi.

Sayangnya helicopter belum bisa dinikmati oleh masyarakat umum di Indonesia, seperti halnya bus kota atau pesawat terbang. Maklumlah, harga sekali terbangnya sangat mahal bagi masyarakat umum, bayangkan untuk sekali terbang saja kita harus merogoh kocek 11 Juta rupiah per jam…!

 

Jika harus mengeluarkan uang sejumlah itu, rasanya masih lama aku bisa terbang dengan Helicoper. Syukurnya, Tuhan selalu saja memberikan kejutan yang menyenangkan untukku. Termasuk hari ini, tanpa diduga, ternyata aku ditawarkan untuk naik helicopter polisi oleh rekan kantor di Mataram. Tidak ada moment khusus memang, penerbangan ini hanyalah aktifitas rutin untuk merawat helicopter Polda. Dalam prosedur perawatan, helicopter harus diterbangkan paling tidak dua kali dalam seminggu, kebetulan saat itu mereka mengundang kami dari Astra Motor untuk ikut keliling kota mataram dengan Gratis..!

Aku dan Pak Prast atasanku ditawari, kami agak ragu apakah ini sebuah candaan, tapi ternyata tawaran itu serius, selesai training kami diboyong ke hanggar Polda Mataram, di sana sudah bersiap sebuah helicopter dengan beberap crew yang sudah siap terbang. Dari kejauhan terlihat seorang lelaki setengah baya melambaikan tangan sambil mengajak ”Ayo mas, segera..!” rupanya kami sudah ditunggu. ”kami ini seperti orang penting saja, sampai ditunggu begini..” batinku.

Layaknya anak kecil yang diberikan mainan baru, kami gembira luar biasa dan berfoto di samping helicopter dengan penuh keceriaan. Selanjutnya kami dipandu untuk naik ke helicopter, dibantu mengenakan sabuk pengaman dan headset.

Pesawat tersebut telah terisi oleh lima orang yaitu seorang pilot, copilot, dan teknisi, ditambah dengan kami berdua. Setelah diberikan aba-aba, kini tiba saatnya kami terbang. Mesin mulai dinyalakan, baling-baling mulai berputar dan semakin kencang, yang dilanjutkan dengan mengudara ke angkasa..!

Bagaimana rasanya? Yang jelas, hampir sama dengan menaiki pesawat terbang komersil, hanya saja kami lebih bebas melihat suasana luar, terbang lebih rendah, dan menegangkan…!.

Rute yang kami tempuh tidaklah jauh, dimulai dengan penerbangan ke bandara untuk isi bahan bakar, barulah kami berkeliling kota Mataram dan melintasi pinggiran pantai di pulau Lombok, sungguh indah pemandangan dari atas angkasa, dengan total penerbangan selama 20 menit kemudian kami kembali, tentunya aku bersyukur bisa kembali mendarat dengan selamat.

 

Helicopter View.

 

Pengalaman terbang dengan Helicopter ini menyisakan kenangan yang tidak bisa dilupakan. Sesampainya di kamar Hotel, aku langsung mentransfer isi kamera berupa pose foto dan rekaman video penerbangan kami. Melihat semua kenangan ini, membuatku sedikit termenung memikirkan suatu hal yang penting untuk diambil hikmah.

Dalam renungan ini, aku membandingkan antara kondisi di darat dengan di udara. Saat di udara aku melihat segala sesuatunya menjadi kecil, tapi terasa memiliki jangkauan lebih luas. Apa yang belum pernah dilihat dari bawah, kita bisa terlihat dari atas, lokasi yang agak sulit dicapai saat di darat, kini terasa mudah dijangkau dan jelas terlihat bagaimana mencapainya.

Pandangan kita saat di darat, terasa sangat terbatas, apa yang kita lihat, tidak pernah bisa mencerminkan kondisi yang sesungguhnya. Saat terjebak macet misalnya, kita tidak pernah tahu apa penyebabnya, titik mana dimulainya macet, sampai mana macet terjadi, dan jalan mana saja yang tidak macet? Melalui pandangan dari helicopter, semua akan diketahui secara jelas.

Saat tersesat, alat apa yang dapat membantu kita menemukan lokasi tujuan? Peta..! ya, peta dapat membantu kita menemukan tujuan, karena semuanya disusun secara jelas dan mencerminkan kondisi sesungguhnya. Lantas saat pembuatan peta, apakah bisa dilakukan hanya melalui sudut pandang darat? Tidak akan..! sebab pola pembuatan peta mengacu pada sudut pandang dari angkasa, setiap lokasi disusun berdasarkan kondisi real di darat, berdasarkan sudut pandang dari angkasa.

Menimbang dari semua pemikiran di atas, maka aku berkesimpulan bahwa seringkali dalam memandang sesuatu kita terlalu terbatasi oleh kondisi yang paling dekat dan mudah dipahami oleh kita, padahal belum tentu hal yang tampak secara real di hadapan mata mencerminkan kebenaran yang sesungguhnya. Misalnya, saat kita bertemu dengan seseorang yang bermuka masam, biasanya kita akan menganggap orang tersebut benci pada kita, marah, atau malah kita akan balik bermuka masam dan memusuhinya. Padahal, muka masam yang ditunjukan pada kita, bisa saja disebabkan dia sedang sakit gigi, atau sedang terbelit masalah pribadi yang sangat berat dan bukan diarahkan pada kita.

Berkaitan dengan helicopter view, pernah diceritakan bahwa Rasulullah dan sahabat tengah melakukan perjalanan di gurun. Saat menjelang malam, mereka memutuskan untuk bermalam di tengah gurun tersebut, saat itu mereka membutuhkan api unggun, untuk itu Rasulullah mengisyaratkan untuk mencari kayu bakar di sekitar gurun. Tampak rasa enggan di rona para sahabat, dikarenakan lokasi mereka berada tidak terlihat batang pohon maupun kayu bakar yang besar, tapi toh Rosulullah mengawali dengan berkeliling mencari kayu bakar, yang diikuti dengan para sahabat. Setelah beberapa lama mereka mencari, akhirnya masing-masing mengumpulkan temuannya, memang tak satupun yang berhasil membawa banyak kayu bakar, setiap dari mereka membawa beberapa bongkah kecil kayu atau ranting yang mereka temukan. Ternyata dari hasil temuan itu, terkumpullah setumpuk besar kayu bakar yang mereka gunakan unutk menghangatkan tubuh dan memasak makanan. Lantas Rosulullah berkata: ”Seperti itulah hidup kita, seringkali tanpa kita membuat dosa-dosa, tanpa kita sadari dosa kecil-pun jika akan menjadi besar jika kita lakukan berulang dan terus menerus”.

Seringkali kita enggan berbuat baik karena merasa perbuatan tersebut akan sia-sia, atau barangkali terlanjur menganggap perbuatan tersebut mustahil untuk dilaksanakan. Semua terkungkung oleh pikiran picik kita.

Perbedaan orang besar dan orang kecil adalah dari cara mereka memandang permasalahan. ”orang kecil lebih banyak berbicara tentang orang, orang yang biasa akan banyak berbicara tentang apa atau fenomena, tapi orang yang besar selalu berbicara tentang ide besar”.

Bukankah Tuhan juga menyuruh kita untuk selalu berpikir positif dan menghilangkan pikiran negatif? Dan bukankah pemikiran positif hanya dimiliki oleh mereka yang open minded dan tidak terkungkung oleh paradigma berpikir yang sempit? Ide besar tidak akan datang dari mereka yang tidak membuka pikirannya. Dan itu bisa diraih dengan Helicopter View dan bertindak totalitas.

www.pondok-harmoni.com

Follow: @pondok_harmoni

About Admin

Check Also

Sel Perubahan Perilaku

Sel Perubahan Perilaku.   pondok-harmoni.com – Hari ini sangat sibuk sekali, senin yang sibuk diawali …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *