Breaking News
Home / Tulisan / Motivasi / Tak Perlu Jenuh

Tak Perlu Jenuh

TAK PERLU JENUH

 

 

Pondok-harmoni.com – “Sarapan Soto lagi tif? kayaknya tiap pagi sarapan Soto, Gak bosan Apa?” Tanya seorang seorang rekan di ruang makan saat penghujung pagi sebelum ramadhan.

 

“Iya, Soto depan kantor.. Gak Bosen tuh..!! Mau sotonya?” Jawabku sambil menawarkan soto yang kusantap dengan penuh selera.

 

“Iya, tp klo sarapan paginya itu-itu aja kan bosan juga..!!”

 

“Gak Tuh.. Abisnya enak sich….”

 

“Kalaupun enak, tapi kan terlalu sering, nnti bosan juga…”

 

“Buktinya gak tuh…”.

 

“Aku aja liatnya udah bosan, apalagi makannya…!?”

 

“Loh, aku yang makan, malah kamu yang bosan..?!” Jawabku sambil menikmati tiap tetes kuah soto.

 

“Abisnya hampir tiap hari kayaknya… Sarapan itu mulu..”

 

“Itulah seni mengatur pikiran..”

 

“Maksudnya?!”

 

“Kamu gak makan aja udah mikirin bosen, jangan2 nanti kamu berpikir saat punya istri kamu bakal bosan sama istrimu dan bakal gonta-ganti istri..”

 

“Loh kalo yang itu beda..!”

 

“Beda apanya?, soto ini tiap hari rasanya sama, karena sudah punya standard bumbu. Kalau istrimu makin hari makin bertambah tua dan keriput..”.

 

“Tapi kan istri beda sama soto..”

 

“Memang beda, kalau istri kamu SITI yang ini SOTO… Istri kamu rambutnya hitam, soto ini rambutnya (bihun) putih.. Ha ha..”

 

“Ah bisa aja.. Trus gimana supaya gak bosan..?”

 

“Gampang, kreatif mengatur pikiran dan mengatur irama…”

 

“Lalu?”

 

“Itu dulu, coba deh… “Ujarku sambil meneguk tetes terakhir dari soto depan kantor, meneguk segelas air the hangat, dan ‘ngoloyor’ meninggalkan rekannku yang masih berkhayal antara Soto dan Siti eh istri..

 

***

 

Percakapan mengenai “kebosanan” saat sarapan itu ternyata mengingatkanku pada pertanyaan lain dari rekanku beberapa hari yang lalu.

 

“Mas kerja 7 tahun bosen gak? Tahun berapa merasakan titik bosan? Bagaimana cara melewati kebosanan?”

 

Pertanyaan singkat yang sangat mudah dijawab. Namun Bagaimana Anda menjawab pertanyaan itu?

Jangan-jangan Anda sekarang sedang merasakan kebosanan juga?

Lantas kalau bosan Anda Mau pindah kerja?

Kalau di tempat kerja baru anda merasakan bosan juga, apakah akan pindah lagi?

Sampai kapan anda akan pindah kerja karena bosan?

 

Bosan atau Jenuh itu rasa yang sering kita temui, perasaan itu bisa datang kapan saja, di waktu-waktu yang kita tidak pernah tahu dan tak diharapkan.

 

Objek kejenuhan itu juga bisa macam-macam. bisa jenuh terhadap rutinitas, bisa jenuh terhadap pekerjaan, jenuh pada kemacetan jalan, jenuh pada makanan, jenuh pada komunikasi,jenuh pada orang lain, bahkan jenuh dengan diri sendiri.

 

Efek dari kejenuhan juga bermacam macam. Bisa jadi ada yang mengomel tanpa sebab, ada yang jadi berlagak senang padahal galau, ada yang jadi hobby makan atau belanja, ada yang jadi aneh, pendiam, bahkan sampai narkoba atau bunuh diri. amit-amit..

 

Saat aku ditanya apakah aku Bosan?  aku menjawab dengan tersenyum sambil melirik pak Sudir yang terlihat sangat menikmati pekerjaannya kendati sudah bekerja 25 tahun.

 

Seingatku, pak Sudir menjawab pertanyaan yang sama dariku dengan senyuman hangat yang penuh arti bahwa beliau telah menang bertempur dengan kejenuhan, kini 2 tahun lagi beliau pensiun.

 

Dalam dunia kerja, dikenal istilah ‘bored to death’. Meskipun terdengar sepele, namun rasa jenuh memang seringkali terasa bisa ‘membunuh’. Selain kerja menjadi tidak produktif, pengaruhnya pada tubuh juga buruk, sama halnya seperti saat Anda mengalami stress di tempat kerja. Belum lagi dampak emosional, seperti keinginan untuk ‘lari’ atau resign dari pekerjaan.

 

Sifat alamiah otak manusia selalu membutuhkan stimulasi dan tantangan. Hal ini yang menjadikan kita selalu bersemangat mengerjakan tugas baru, karena otak bekerja untuk mengatasi tantangan yang diberikan. Setelah tantangan selesai, antusiasme kita kerap turun, timbul rasa jenuh karena otak secara otomatis hanya tinggal mengulang saja.

Karenanya, jadikan jenuh sebagai alarm atau sinyal untuk segera mencari stimulasi baru di pekerjaan, memancing kreativitas dan menggali kesempatan pengembangan diri Anda.

 

Ada banyak yang bisa kita lakukan, misalnya, Pertama,ciptakan selalu hal-hal baru secara konsisten.

 

Hal baru yang dimaksud bisa merupakan hal yang sederhana. Merubah tampilan wallpaper laptop, posisi alat-alat di meja, lay out ruang kamar, makan siang semeja dengan teman yang berbeda, atau menciptakan program atau project pekerjaan baru yang manarik dan bermanfaat.

 

Jadi, Pertanyaan yang setiap hari harus kita lontarkan adalah, HAL BARU apa yang kita lakukan hari ini????

 

Cara lainnya adalah, MENGEMBANGKAN DIRI dengan hal baru.

 

Mempelajari hal baru akan memuaskan dan menyegarkan diri kita. Terlebih jika hal itu adalah sesuatu ilmu, keterampilan, atau informasi baru yang bermanfaat buat diri kita saat ini maupun di kemudian hari. Saat belajar bahasa inggris dan Arab dulu, setiap hari menghapal satu kosa kata adalah hal yang menarik dan berguna. Bagi para atlit, meningkatkan rekor pribadi setiap hari akan membuat semangat berlatih.

 

Jadi, pertanyaan Kedua, ILMU baru apa yang MENINGKATKAN KUALITAS diri kita hari ini?

 

Cara ketiga, “ISENG” yang PRODUKTIF.

 

ISENG? Bahasa seriusnya, kita harus senantiasa proaktif dan kreatif. Menelurkan ide baru, nuansa baru, dan senantiasa bersumbangsih positif bagi tim atau pekerjaan yang kita lakukan.  Tidak ada ruginya kreatif menelurkan ide kendati ide itu tidak dipergunakan. Kalau ide Anda digunakan, itu akan menjadi sebuah kebanggan tersendiri.

 

Tapi ingat, ide itu seperti gelembung sabun, saat ide itu muncul segera tulis dan kembangkan. Jika tidak, dia akan pecah, hilang, terlupakan dan tidak akan pernah kembali.

 

“There is a way to do it better…find it. – Selalu ada jalan untuk bekerja dengan baik…carilah,” kata Thomas Edison.

 

Jadi, IDE BARU apa yang kita telurkan hari ini???

 

Cara Keempat yang patut dicoba; ATUR RITME dan kendalikan PIKIRAN.

 

Hidup itu bak lari marathon, mereka yang dapat menjaga ritme, memainkan irama langkah, dan mengendalikan semangat dan napas adalah pemenangnya.

 

Karena jenuh bermain di area pikiran, maka kendalikanla pikiran dan perasaan kita dengan baik. Salah satunya adalah dengan FOKUS pada tujuan akhir yang menggembirakan. Kejenuhan timbul salah satunya karena bayangan akan tujuan pekerjaan kita sudah mulai samar-samar.

 

Seorang penumpang bis kota ini misalnya, 15 tahun pulang-pergi menempuh jarak 85km skali jalan. Saat ditanya, apa resepnya supaya tidak bosan? “Saat saya membayangkan bertemu dengan istri dan anak saya yang menyambut di rumah, saya selalu semangat, dan jenuhpun hilang…”.

 

“Motivation is the fuel, necessary to keep the human engine running. – Motivasi adalah bahan bakar, sangat penting untuk menghela semangat kerja manusia,” kata Zig Ziglar.

 

Sesekali kita juga bisa memanjakan diri dengan hobby yang kita sukai, dan jangan lupa bahwa Tuhan menciptakan isinya untuk kita syukuri dan manfaatkan sebaik mungkin. Mereka yang jenuh, pasti kurang bersyukur pada nikmat yang diciptakan Tuhan.

 

Jadi, SUDAHKAH kita SYUKURI hidup kita hari ini?

 

@Bus ASLI PRIMA Jurusan Tj.Priuk-Merak. 25 Juli 2012.

Oleh Abdul Latief, WTS

WTS: Writer Trainer Speaker. Penulis telah menerbitkan beberapa buku dan aktif di pengembangan sumber daya manusia, training public speaking, leadership, managemen, motivasi, dan beragam program lainnya bagi termasuk menyemai pengembangan para pelajar dan mahasiswa di Banten dengan program Early Leadership dan Early Motivaton.

follow twitter: @pondok_harmoni

Instragram : @abdullatiefku & @harmonydailyquotes

Email : pondok.harmoni@gmail.com

 

About abdullatiefku

Check Also

Katak Tuli

Katak Tuli     pondok-harmoni.com – Sebulan yang lalu, entah mengapa aku rindu pada Profesor …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *