Breaking News
Home / Tulisan / Motivasi / Keputusan Berdasar

Keputusan Berdasar

Keputusan Berdasar

 

 

pondok-harmoni.com – Satu lagi teman baikku meninggalkan perusahaan ini. 5,5 tahun sudah kami berteman, hanya satu kesanku untuknya, “kau Hebat.. Dony!!”.

 

Kalem, berwawasan luas, dan sangat giat belajar. “Tief udah baca buku ini belum? Bagus loh isinya..”. Ujarnya dengan sangat antusias di banyak kesempatan yang dilanjutkan dengan menceritakan isi buku itu dengan baik. Dan selalu saja buku yang dia baca, adalah buku yang belum pernah aku baca.

 

“Kenapa Lo memutuskan untuk resign?” Tanyaku 3 minggu yang lalu, saat mendengar kabar dia akan resign.

 

“Seperti kata lo tief, Hidup adalah pilihan, dan keputusan ini adalah pilihan gue..” Ujarnya dengan senyum khasnya yang meneduhkan.

 

“Iya, tapi setiap pilihan pasti memiliki alasan?”

 

“Tief, Lo harus bangga bekerja di perusahaan ini, perusahaan ini melesat lebih cepat dari pandangan mata lo saat ini. Perusahaan ini memiliki budaya dan atmosfer bekerja yang terbaik, pokoknya lo harus sadar itu…”.

 

“Gw tau itu, tapi apa alasan lo…? Apakah karena tawaran gaji dan jabatan yang lebih tinggi?”

 

“Ha.. Ha.. Hidup kan bukan hanya itu tief…banyak hal yang lebih baik untuk diraih.. (Dony kemudian menceritakan alasannya secara detail padaku yang tak kutuliskan di sini) dan pastinya Gue mau lebih banyak belajar dan belajar lagi di sana.. Dan tantangan gw di sana akan semakin mendewasakan kehidupan gue….”.

 

“Nah, Jawaban ini yang membuat gw yakin dengan pilihan lo, gw cuma mau memastikan, bahwa dony adalah dony yang gue kenal dengan keputusannya yang berharga.. “.

 

“Iya Tief, Doain gw ya… Ada pesan buat gw?”

 

“Pesan? Ha.. Ha.. Sok tua nanti gw..”

 

“Ih, serius nih gue…”

 

“Gini aja Don, keputusan dan pilihan ada di tangan lo, dan lo juga yang akan menanggung semua konsekuensinya. Apapun yang terjadi pada kehidupan lo, jangan salahkan pilihan lo, dan jangan pernah menyesal. Sebab pilihan lo gak salah, yang salah adalah saat menyesali keputusan yang diambil itu.”.

 

“Sip… Terima kasih Tief, pokoknya gw gak akan pernah menyesali keputusan gue. Trus lo kapan nyusul gue?”

 

“Ha.. Ha.. Pasti gw nyusul lo. Mungkin setahun lagi, 5 tahun lagi, atau setelah pensiun.. Ha.. Ha..”

 

“Gw yakin lo punya faith yang besar untuk mewujudkan mimpi lo.. Tinggal menunggu waktu aja… Gw tunggu kabarnya ya..”

 

“Ha.. Ha… Kayak dukun lo, sok meramal… Masih banyak hal yang ingin gw raih di sini..”.

 

“sampai kapan Tief? Jangan lama-lama..”.

 

“Lama atau sebentar hanya masalah waktu….”

 

“Tapi jangan sampai mimpi lo karatan tief… Atau makin lama makin takut untuk memutuskan.!”

 

” Kalau memang ditakdirkan untuk keluar, pasti gw akan keluar. Tapi pastinya ada 3 hal yang membuat gw memilih suatu pekerjaan”

 

“Apaan tuh?”

 

“Pertama, saat pekerjaan itu bisa menafkahi  lahir batin secara halal, kedua, saat pekerjaan ini masih memberikan kesempatan gue untuk selalu belajar, dan ketiga, saat pekerjaan ini masih memberi kesempatan gue memberikan manfaat untuk orang banyak”

 

“Ya.. Ya..”

 

“Jadi, kalau saja pekerjaan ini merampas salah satunya, maka saatnyalah memutuskan…”.

 

“Dan saat keputusan itu diambil, kita jangan pernah menyesal, iya kan tief? Ha ha…”

 

“Sebenarnya satu lagi Don, saat kita memutuskan untuk pergi, manfaat apa yang pernah kita berikan untuk tempat yang kita tinggalkan? Semoga kita menjadi orang yang dikenang manfaat keberadaan kita”

 

“Ya.. Ya.. Terima kasih tief, sukses buat impian kita…”

 

” Sip, jangan biarkan mimpi kita karatan, ayo kita menjemput impian…!!!”

 

***

@Bus Arimbi, Jurusan Tj.Priuk-Merak. 31 Juli 2012

Oleh Abdul Latief, WTS

WTS: Writer Trainer Speaker. Penulis telah menerbitkan beberapa buku dan aktif di pengembangan sumber daya manusia, training public speaking, leadership, managemen, motivasi, dan beragam program lainnya bagi termasuk menyemai pengembangan para pelajar dan mahasiswa di Banten dengan program Early Leadership dan Early Motivaton.

follow twitter: @pondok_harmoni

Instragram : @abdullatiefku & @harmonydailyquotes

Email : pondok.harmoni@gmail.com

 

About abdullatiefku

Check Also

Katak Tuli

Katak Tuli     pondok-harmoni.com – Sebulan yang lalu, entah mengapa aku rindu pada Profesor …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *