Breaking News
Home / Tulisan / Motivasi / Berlari Mengejar Asa

Berlari Mengejar Asa

Berlari Mengejar Asa

 

pondok-harmoni.com – Saat turun dari ojek sepeda sepulang kerja, aku mendapati bus yang aku akan tumpangi sudah lewat di depan, walhasil dengan segenap tenaga aku berlari mengejar bis tersebut. Dengan backpack di punggug dan perut gendutku aku berlari dan terus berlari hingga berhasil menaiki bus kota untuk pulang ke rumah.

 

Syukurlah masih tersisa sebuah kursi kosong di bis, sehingga aku tidak perlu berdiri dari Sunter ke Tangerang seperti biasanya.

 

Aku masih terengah, sambil memandangi perutku yang gendut, aku teringat perkataan Ranti temanku tadi saat berpapasan di pintu keluar kantor “Mas, perut lu tuh, gendut Banget… Olahraga donk.. Biar seragam lo gak kekecilan gitu.. Salah seragamnya yang kecil or lo nya yang kegendutan ya mas? Ha ha..”.

 

“Biarin, biar gendut tapi seksi kan?? Ha.. Ha..” Ujarku tertawa lebar sambil ngeloyor pulang.

 

“Terserah lu aja deh Mas, gw mau latihan Yoga dulu, biar gak gendut kayak lo….”Ujar Ranti penuh kepuasan.

 

Menurut dokter, aku memang obesitas, yaitu memiliki berat badan setingkat di atas ‘overweight’. Segala sesuatu yang over memang tidak baik, confident itu bagus, tapi over confident bisa berbahaya..!!! Jadi, kalau overweight saja tak boleh, bagaimana dengan obesitas?

 

Aku yang kini obesitas, berpikir bahwa mungkin ini adalah hasil dari perwujudan mimpiku menjadi gemuk saat kecil dulu. Sejak SD, setiap kali menjadi komandan upacara di hadapan seluruh murid,aku merasa sangat minder karena termasuk paling kurus dibandingkan teman-temanku. Saat itu aku selalu memperhatikan orang gemuk dan berujar “enaknya jadi orang gemuk, terlihat gagah..”.

 

Saat SMP dan SMU, aku masih sangat kurus dan selalu bilang “enaknya jadi gemuk, aku pasti bisa gemuk..”

 

Dan kini, saat reuni bersama teman sekolahku, mereka berujar “gile Latief, lu makan apa aja sich, bisa menggelembung begitu..??! Beda banget sama dulu..”

 

“Ini artinya hidup gue sejahtera..” Ujarku penuh bangga.

 

Tapi, setiap orang berujar bahwa kini aku kegemukan dan harus mengkuruskan diri, rasanya kalau aku bertekad untuk kurus aku pasti bisa, seperti dulu saat aku ingin gemuk toh buktinya aku bisa. Tapi sayangnya, tekadku untuk kurus belum bisa mengalahkan keinginanku yang dulu ingin gemuk, padahal segala sesuatu bermula dari tekad yang kuat, kemudian diwujudkan dengan usaha nyata.

 

Tekad yang kuat itu penting, terlebih jika kita visualisasikan tekad itu dalam benak kita, betapa indahnya jika tekad itu menjadi kenyataan. Hal tersebut akan menjadi sebuah kenyataan..

 

Seperti kisah Marion Jones, seorang atlet wanita terbaik di dunia. Tahun 1997 ia menang dalam lomba lari 100 meter putri, dan tahun 1998 meraih 35 gelar juara dari 36 ajang atletik yang diikutinya tahun itu. Tahun 1999 ia kembali meraih juara 100meter putri, dan tahun 2000 dalam olympiade sidney ia berhasil meraih 5 medali emas sekaligus.

 

“Sejak kecil, aku menyukai olahraga, dan aku tahu sejak umur 9 tahun aku ingin jadi juara olimpiade” ujarnya.

 

Tekadnya yang kuat dan visualisasi kemenangan yang telah ia buat sejak kecil telah mengantarkannya meraih juara, ia berlatih 4 jam sehari dalam 5 hari seminggu, dan Untuk meraih mimpinya, ia berlatih melawan pelari putra, untuk memastikan sejauh mana kemampuannya.

 

“Ketika Anda terus melawan seseorang yang Anda tahu kemampuannya di bawah, lalu bagaimana Anda bisa berkembang?!!,”. Ujarnya.

 

Visualisasinya tentang kemampuan lawan dan bagaimana mewujudkan kemampuan mengalahkan lawan, telah membuatnya berhasil.

 

Jadi, kuatkan tekad kita, dan visualisasikan kemenangan seraya kita berlatih, maka kita pasti bisa meraih apa yang kita inginkan.

 

Lantas, apakah tekadku sudah kuat untuk kurus lagi? Mhmh…. Rasanya, ada tekad lain yang lebih kuat di diriku untuk mewujudkan mimpiku yang lebih besar dari sekedar menjadi kurus.

 

Lantas, bagaimana dengan mimpi dan tekad Anda?

Sudahkah memiliki tekad dan usaha yang kuat? Jangan lupa, wujudkan juga semuanya bersama Tuhan…

 

@Bus Arimbi jurusan TJ.Priuk-Merak. 10 April 2012. Pukul.17.31 s.d 18.27 WIB. (Sejam penuh makna)

Oleh Abdul Latief, WTS

WTS: Writer Trainer Speaker. Penulis telah menerbitkan beberapa buku dan aktif di pengembangan sumber daya manusia, training public speaking, leadership, managemen, motivasi, dan beragam program lainnya bagi termasuk menyemai pengembangan para pelajar dan mahasiswa di Banten dengan program Early Leadership dan Early Motivaton.

follow twitter: @pondok_harmoni

Instragram : @abdullatiefku & @harmonydailyquotes

Email : pondok.harmoni@gmail.com

About abdullatiefku

Check Also

Katak Tuli

Katak Tuli     pondok-harmoni.com – Sebulan yang lalu, entah mengapa aku rindu pada Profesor …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *