Breaking News
Home / Tulisan / Seni Kehidupan / Tertawa Untuk Bahagia

Tertawa Untuk Bahagia

Tertawa Untuk Bahagia

 

Pondok-harmoni.com – Hidup ini kan hanya Permainan dan senda gurau belaka, jadi buat apa dipakai Galau?!!

 

Konon rasa senang dan tertawa akan memacu enzim endorphin dalam tubuh yang akan meningkatkan daya tahan dan membuat jiwa lebih segar, sehingga kita  akan terlihat awet muda.

 

Itulah kenapa aku sering tertawa dan mencoba membuat orang lain tertawa atau minimal membuat orang lain tersenyum dengan beberapa ulah jailku atau ‘meledek’ mereka. Kalau mereka tak tersenyum juga? Biarkanlah mereka sekalian merasa sebal dan awet tua.. Ha.. ha..

 

Melucu dan membuat orang lain tertawa itu butuh seni dan memiliki kesulitan tersendiri. Itulah mengapa pada akhirnya ada seniman melucu yang digaji dengan harga yang sangat mahal. Untuk ukuran Indonesia, Tukul Arwana adalah punggawa nya.

 

Dalam sejarah, melucu memiliki catatannya sendiri. Charlie Chaplin dengan gaya melawak bisunya telah menemukan satu warna baru dalam dunia hiburan yang akhirnya ditiru dengan gaya modern oleh Rowand akitson dengan perannya sebagai Mr.Bean.

 

Lebih jauh lagi di zaman kerajaan klasik, untuk menghibur para raja dan bangsawan, para seniman lawak tega memodifikasi wajah, bentuk tubuh, atau mengeksploitasi cacat orang untuk menjadi terlihat lucu.

 

Kuping orang dipotong untuk dibentuk lancip, modifikasi hidung, atau bahkan seorang anak dimasukan ke dalam guci atau kotak kecil agar terlihat kerdil hingga dewasa kelak. di zaman itu terlihat sebagai hal yang lucu, padahal dalam konteks saat ini hal itu merupakan kekejaman. Dan itulah pada akhirnya tercipta badut, dengan modifikasi busana, bukan lagi bentuk fisik.

 

Melawak juga memiliki konteks zaman, lawakan ‘jadul’ akan menjadi basi dan ditinggalkan orang jika tanpa improvement tiada henti. Lihatlah banyak acara lawak dan grup lawak yang mulai tergantikan zaman.

 

Kalau disebutkan, ada banyak gaya melucu. Bahkan saking banyaknya kita tidak bisa menilai mana yang terbaik dan mana yang terburuk, terlebih setiap orang punya selera dan tingkat humor yang berbeda.

 

Joke di Amerika belum tentu cocok di Indonesia. Atau Joke di Jakarta, belum tentu cocok bagi orang papua. Pun pilihan tema akan jg beragam. Tema sex yang sering digunakan pelawak seringkali dicemooh norma dan hanya kalangan tertentu. Tema SARA jangan sesekali didengungkan di Indonesia yang berpenduduk majemuk. Alih-alih menimbulkan tawa, yang muncul huru-hara.

 

Melucu juga sering dianggap mengancam kekuasaan. Sehingga banyak lawakan yang dicekal oleh rezim penguasa bahkan dianggap sebagai bagian dari usaha berbuat makar. Seram bukan?

 

Melucu juga seringkali membantu mencairkan suasana meeting, training, gathering, atau pertemuan lainnya. Semua menjadi cair dan dapat memperlancar materi yang serius menjadi sederhana sehingga masuk ke otak. Jika tidak demikian, audiens bisa mengantuk atau kabur ke toilet untuk cuci muka.

 

“Bapak ternyata gokil banget ya? Tapi seru, materi mudah dicerna… Sy kira bapak bakal membuat sy ngantuk di training. Kenapa gak sekalian ikutan stand up comedy aja pak?” Ujar peserta training di beberapa daerah padaku. Ha.. Ha..

 

Melucu juga dapat membuat hidup lebih romantis. Mau mencoba? Silahkan warnai suasana kebersamaan dengan istri dan keluarga dengan canda tawa, pasti akan membuat romantisme tersendiri. Mau buktinya? Tanya istriku, yang setiap hari tak luput dari tawa canda yang sengaja kupersembahkan untuknya..

 

Melucu juga dapat membuat orang semakin kritis dan kreatif. meminjam istilah Tukul Arwana, hidup akan menjadi ‘Quick thinking’.

 

Jika Anda kaku dalam bergaul dan susah kenal dengan orang lain, melucu dapat menjadi solusinya. Terlebih jika dibumbui dengan teori-teori kreatif. Itulah yang pernah membuatku saat mahasiswa terpilih menjadi koordinator BEM sejawa,sumatera, Bali. Karena sering melucu di forum BEM dengan teori perubahan sosial yang aneh tapi masuk akal.. Ha.. Ha.. Dan bukankan setiap pelawak pasti banyak teman?

 

Mental Anda kropos? Jangan khawatir, melucu bisa jadi jalan keluarnya. Belajarlah menertawakan diri sendiri dan ditertawakan orang lain. Niscaya Anda akan terlihat aneh, tp yakinlah itu akan membuat mental Anda kuat.

 

Sudahkah Anda melucu dan tertawa hari ini? Hitunglah berapa banyak kita tertawa dan berapa banyak kita cemberut hari ini? Kalau cemberut dan galau anda lebih banyak dari tertawa, KASIAN DEH LO…..

 

Selamat tertawa, tapi jangan over dalam tertawa, konon akan mematikan kepekaan hati. Atau jangan tertawa sendiri tanpa sebab, karena akan membuat anda dianggap GILA…

 

Tertawalah untuk bahagia, dan membahagiakan orang lain…

 

Oleh Abdul Latief, WTS

WTS: Writer Trainer Speaker. Penulis telah menerbitkan beberapa buku dan aktif di pengembangan sumber daya manusia, training public speaking, leadership, managemen, motivasi, dan beragam program lainnya bagi termasuk menyemai pengembangan para pelajar dan mahasiswa di Banten dengan program Early Leadership dan Early Motivaton.

follow twitter: @pondok_harmoni

Instragram : @abdullatiefku & @harmonydailyquotes

Email : pondok.harmoni@gmail.com

About abdullatiefku

Check Also

Hidup Kreatif

HIDUP KREATIF       “Untuk menjadi kreatif, kita harus terbiasa untuk tidak terbiasa”–Yoris Sebastian …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *