Breaking News
Home / Tulisan / Alkisah / Sebotol Air di Gurun

Sebotol Air di Gurun

Sebotol Air di Gurun

 

Pondok-harmoni.com – Dikisahkan seorang pengembara tengah tersesat di padang gurun. Panas terik mentari dan perbekalan air yang telah habis membuatnya lemas dan hampir mati kehausan.

Dengan sejumput semangat yang tersisa, tibalah ia di sebuah gubuk tua di tengah gurun. Secercah harapan muncul di hati sang pemuda, berharap terdapat penghuni atau sumber air yang dapat membantunya memulihkan tenaga. Ternyata Gubuk tersebut kosong, tak seorangpun di sana, yang ada hanyalah sebuah pompa air. Sang Pengembara bergegas menuju pompa dan mulai memompa sekuat tenaga. Nihil, setelah beberapa saat memompa, tak setetespun air yang keluar.

Lemas dan hampir hilang semangat, Sang pengembara melihat sebotol penuh air yang terletak di dekat pompa. Botol air tersebut masih tertutup rapat dengan tertempel secarik kertas bertulis di sisinya.”Kawan, pompa ini masih berfungsi dengan baik, dan Anda dapat menggunakan sesuai kebutuhan, namun untuk menggunakannya,pompa harus dipancing dengan air dulu. Gunakan air dalam botol ini,  setelah mendapatkan airnya, mohon isi kembali botol ini untuk digunakan orang lain yang membutuhkan pompa ini.”

Setelah membacanya, Pria tersebut mengambil botol penuh air tersebut dengan penuh tanda tanya, “Apakah air ini akan dipakai untuk memancing pompa atau ia langsung minum? Bagaimana kalau pompa tidak bekerja? Tidak ada air lagi. Bukankah lebih aman jika diminum airnya dulu daripada nanti mati kehausan jika ternyata pompanya tidak bekerja? Benarkah tulisan tersebut dapat dipercaya? Bukankah pompanya sudah terlihat tua dan berkarat? Mungkinkah instruksi tersebut dibuat untuk sekedar spekulasi saja??” pikirannya terus berkecamuk.

Untunglah pikiran jernih dan suara hati dapat meredam gejolak ragu yang menghinggapi sang pengembara, bahwa ia harus menjalankan instruksi di kertas itu, sekali pun berisiko. Dengan penuh keyakinan dan iringan doa, ia menangkan air di botol ke dalam pompa dan memompa air dan sekuat tenaga memompanya.

Wow, benar saja!! Air membuncah keluar dari pompa dengan melimpah. Pria itu minum sepuasnya, dan mengisi kantong air yang ia bawa untuk bekal meneruskan perjalanan.

Setelah istirahat sejenak memulihkan tenaga, ia mengisi kembali botol tersebut penuh, menutupnya kembali.  Sebelum pergi beranjak, sang Pengembara pesan bagi di botol: “Saya sempat ragu, namun pikiran jernih dan kata hati saya telah mendorong saya melakukan instruksi di botol ini, dan BERHASIL. KITA harus BERKORBAN DAHULU sebelum MENDAPATKAN HASIL secara melimpah. PERCAYALAH!! Inilah kebenaran hukum alam.”

 

About abdullatiefku

Check Also

Air dan Ikan

Air dan Ikan   Pondok-harmoni.com – Dikisahkan seorang ayah mengajak anaknya bermain ke tepian sungai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *