Breaking News
Home / Tulisan / Manajemen / The House Of Anthurium

The House Of Anthurium

The House Of Anthurium

pondok-harmoni.com – Aku yakin bahwa kita semua pernah menyaksikan film berlatar belakang sejarah Yunani atau Romawi, andapun pasti tahu bahwa dalam film itu biasanya sang raja yang sedang duduk di atas singgasana dikipasi oleh pelayannya dengan menggunakan helaian daun. Konon menurut cerita yang hari ini baru aku dengar, bahwa daun tersebut adalah daun dari Pohon Anthurium.

Anthurium? Ya, Anthurium…! bagi penggemar tanaman hias nama ini tidaklah asing di telinga, bahkan saat ini masyarakat awampun sudah maklum dengan nama pohon ini. Betapa tidak, nama pohon ini kerap berseliweran di berbagai majalan, Koran, TV maupun media massa lainnya.

Pohon Anthurium, konon merupakan salah satu pohon warisan zaman purba yang masih bisa bertahan sampai sekarang.  Uniknya lagi, salah seorang Ahli Yoga yang tersohor di Bali, mengatakan bahwa ia melihat Pohon Anthurium ini mampu menyerap aura negative dan memancarkan aura positif bagi siapa saja yang mendekat padanya. Bagi mereka yang percaya, Pohon anthurium ini bisa membawa keberuntungan bagi mereka yang memeliharanya.

Anthurium juga konon bisa bertahan sampai saat ini karena daya tahannya yang luar biasa.  pernah dilakukan uji coba, daun anthurium yang dipetik dari tangkainya bisa bertahan hingga 6 bulan tanpa layu, padahal hanya di taruh di cawan berisikan air.

Daya tahan hidup daunnya tidak ada yang bisa mengalahkan sampai saat ini, pohon kelapa saja yang bisa bertahan hidup hingga puluhan bahkan ratusan tahun kemampuan hidup daunnya sejak pertama kali tumbuh sampai gugur paling lama hanya bisa bertahan selama 2 tahun, sedangkan Anthurium daunnya bisa mencapai usia 8-12 tahun ..!

Itulah informasi yang baru saja aku dapat di Denpasar ini, Cerita ini aku dapat saat aku dan atasanku yang gemar binatang piaraan dan tumbuh-tumbuhan berkunjung ke sebuah tempat pembudidayaan sekaligus penjualan Pohon Anthurium yang diberi nama ”The House of Anthurium (THA)”, sambil sekalian jalan menuju Bandara.

Lokasi THA terletak di salah satu perumahan mewah kota Denpasar, saat memasuki kawasan THA, di ujung jalan masuk tertancap sebuah billboard besar menandakan bahwa THA sudah dekat dengan anda, petunjuk lainnya di arahkan oleh billboard-billboard yang lebih kecil sepanjang jalur menuju THA.

Setibanya di THA, aku mendapati sebuah lokasi dengan sebuah bangunan berbentuk rumah tradisional Bali dan sebuah ’Green House’ yang di dalamnya berisi berbagai tanaman Anthurium.  Terus terang, di sini pertama kalinya seumur hidupku melihat Anthurium, yang biasanya aku lihat hanya lewat gambar.

Memasuki Green House anda akan melihat kumpulan tanaman Anthurium dengan berbagai jenis dan ukuran. Aku tidak mengerti jenis-jenis Anthurium, beberapa yang aku tahu melalui pot tanaman yang bertuliskan “Red Giant”, “Gelombang Cinta”, “Jemani”, “Hockeri”, dan lain sebagainya. Selain nama anthurium, pandanganku juga tertuju pada harga yang tertera di bawah nama anthurium. 15-25 juta untuk ukuran sendang, 125-700 ribu untuk ukuran kecil, 50 ribu untuk satu biji bibitnya saja, dan ukuran yang paling besar sudah ditawar 300 juta tapi tidak ingin di lepas oleh pemiliknya.

Kunjungan kami hari ini bertepatan dengan kehadiran pemiliknya yang bernama Haryono, melalui dialah kami mendapatkan banyak informasi mengenai anthurium yang kuceritakan di atas.

Pak Haryono bagiku termasuk entrepreneur tangguh. Betapa Tidak, saat orang tengah melirik kemungkinan untk memelihara Anthurium, Beliau langsung membangun THA seakan tidak ingin kehilangan Moment bisnis.

Nekat..!” gumamku. Di Banten aku pernah mendengar ucapan ”Orang bodoh kalah oleh orang pintar, orang pintar kalah oleh cerdik, orang cerdik kalah oleh yang licik, sedangkan yang licik masih kalah oleh mereka yang nekat” itulah sebabnya Banten selalu dikuasai oleh jawara karena jawara itu orang yang nekat.

Mengamati pak Haryono dan THA nya, aku mulai meragukan sebutan nekat untuknya. Setahuku, kata nekat identik dengan mereka yang berjuang tanpa perhitungan yang matang, erbuat tanpa berpikir matang. Tidak demikian dengan pak Haryono, beliau membuka THA sejak 3 minggu yang lalu, dengan dedahului penjajakan dan supervisi selama lebih dari 2 tahun, belum lagi dasar pengetahuannya dalam bisnis tanaman bonsai sejak 24 tahun yang lalu. Jadi aku lebih senang menyebutnya TOTALITAS.

Untuk membangun bisnis ini, perkiraanku bisa mencapai sekitar 10-15 milyar, belum lagi effort yang dilakukannya dari mulai mencari pegawai ahli, memperdalam ilmu Anthurium, dan hunting Anthurium dengan menelusuri beberapa negara di dunia. Hari ini saja, dia baru tiba dari Florida membawa beberapa anthurium dari sana, beliau juga sering hunting ke Jepang, Singapura, Thailand, Hongkong, Amazon dan beberapa negara lainya.

Setelah semua Effort yang dikeluarkan ini, apakah beliau akan sukses? Aku tidak bisa meramalkanya, namun satu hal yang kuyakini, bahwa dengan totalitasnya, beliau tidak akan mundur dalam bisnis ini, sekalipun gagal, beliau tidak akan frustasi untuk mencari pundi uang lainnya yang juga menuangkan seluruh Totalitasnya. Mereka yang memiliki Totalitas lah yang paling banyak berhasil.

Kunjungan ke THA ini kami akhiri dengan pembelian anthurium oleh Atasanku. Dua buah anthurium yang masih bayi dibeli dengan bandrol 125 dan 500 ribu rupiah untuk jenis Gelombang Cinta Brasil dan Red Giant.***

 

Nb. Aku baru ingat, bahwa hari ini adalah hari pahlawan, untungnya aku diingatkan oleh seorang teman melalui SMS. Selamat Hari Pahlawan..!

 

Bandara Ngurah Rai, 10 November 2007

Oleh Abdul Latief, WTS

WTS: Writer Trainer Speaker. Penulis telah menerbitkan beberapa buku dan aktif di pengembangan sumber daya manusia, training public speaking, leadership, managemen, motivasi, dan beragam program lainnya bagi termasuk menyemai pengembangan para pelajar dan mahasiswa di Banten dengan program Early Leadership dan Early Motivaton.

follow twitter: @pondok_harmoni

Instragram : @abdullatiefku & @harmonydailyquotes

Email : pondok.harmoni@gmail.com

About abdullatiefku

Check Also

Sel Perubahan Perilaku

Sel Perubahan Perilaku.   pondok-harmoni.com – Hari ini sangat sibuk sekali, senin yang sibuk diawali …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *