Breaking News
Home / Tulisan / Alkisah / TIKUS dan PERANGKAPNYA

TIKUS dan PERANGKAPNYA

TIKUS dan PERANGKAPNYA.

 

Suatu ketika, di sebuah rumah milik petani desa, Seekor tikus mendengar perbincangan sang petani dan istrinya. Mereka bermaksud untuk menangkap tikus dengan jebakan yang baru saja mereka beli di kota. Alangkah terkejutnya sang tikus, yang mendapati dirinya terancam oleh jebatakn tikus tersebut. Dengan penuh ketegangan, ia berlari secepatnya untuk memberi peringatan kepada rekan-rekannya di lading pertanian. “perhatian semuanya, hati-hati ada perangkap tikus di dalam rumah, hati-hati petani memasang perangkap tikus di dalam rumah!”

Dengan ekspresi tenang Ayam di ladang tidak bergeming,  tetap asyik dengan aktifitasnya menggaruki tanah, seraya berujar “ Mohon maaf tikus.. perangkap itu memang masalah besar untukmu, tapi tak ada manfaatnya info itu untuk diriku, urusi saja dirimu, jangan ganggu ketenanganku…”

Merasa tidak mendapat perhatian dari si Ayam, Tikus pergi menghampiri sang kambing dengan menginformasikan ancaman yang sama dari perangkap tikus yang dilihatnya di rumah petani.

“Wah Tikus, Aku turut prihatin dan berduka.. semoga kau beruntung dapat selamat dari perangkap tikus tersebut. Banyak-banyak doa ya.. wahai tikus..” Si kambing mencoba menghibur dengan berpura-pura simpati.

Tikus kemudian berbelok menuju si sapi dengan mengabarkan hal yang sama.
“Oh! perangkap tikus ya? jadi saya dalam bahaya besar ya? Ih.. jadi takut… ha ha.” kata lembu sambil ketawa terlingkal.

 

Merasa patah hati, kecewa dan sedih, tikus kembali dengan kepala tertunduk dan hati yang berat ia harus berjuang menghdapi perangkap tikus sendirian, tanpa bantuan dari rekan-rekannya yang lain.

Malam harinya, terdengar kegaduhan di dapur belakang rumah, tanda bahwa perangkat tikus telah berhasil menangkap mangsanya. Dengan tergesa-gesa di tengah temaram lampu lilin, Istri petani berlari melongok hasil tangkapan perangkap tikut yang dibelinya. Tanpa dinyana, yang terjebak adalah seeokor ular berbisa yang karena keteledoran sang istri berhasil secepat kilap mematuk lengan sang istri petani. Sang petani segera memenggal kepala sang ular dan melarikan istrinya ke dokter untuk diobati.

Setelah melalui pertolongan pertama, si Istri kembali ke rumah dengan tubuh masih demam. Dan sudah menjadi kebiasaan di desa bahwa obat demam pertama yang diberikan adalah berupa sup ayam segar yang hangat. Berbegas petani mengasah pisaunya, mencari ayam untuk bahan bahan sup bagi istrinya.

Kabar tentang musibah sang istri telah menyebar ke penjuru desa, banyak tetanggan yang menjenguk. Sang petani membutuhkan makanan untuk menjamu para tamu, dengan menyembeli kambing di kandang belakang rumahnya untuk disajikan menjadi gulai dan olahan lainnya.

Tapi, bisa ular itu sangat kuat dan terlanjur menyebar ke seluruh tubuh. si istri tak kunjung sembuh, bisa itu tak dapat taklukan. Si istri akhirnya meninggal, yang diiringi oleh seluruh penduduk di desa untuk mengurus pemakaman, juga selamatan. Tak ada cara lain, sapi di kandang itupun dijadikan panganan untuk puluhan rakyat dan peserta selamatan,

Sahabat harmoni, seringkali kita acuh dengan kabar buruk yang dihadapi orang sekitar kita, dengan alasan “ itukan masalah dia, bukan masalahku !!” padahal kabar orang lain untuk kita tidalah datang kebetulan, semua ada maksud dan hikmah yang harus kita petik untuk pelajaran hidup bagi kita. Berusahalah membantu mereka yang membutuhkan, terlebih orang terdekat dengan kehidupan kita, jika kita tidak dapat membantu sama sekali, maka petiklah hikmah dan doakan semoga semuanya berjalan dengan baik, pulih sebagaimana sedia kala.

Salam harmoni,

Hidup sekali, hiduplah penuh arti…

About abdullatiefku

Check Also

Air dan Ikan

Air dan Ikan   Pondok-harmoni.com – Dikisahkan seorang ayah mengajak anaknya bermain ke tepian sungai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *