Breaking News
Home / Tulisan / Manajemen / Bersama Lebih Maksimal

Bersama Lebih Maksimal

Bersama Lebih Maksimal

 

pondok-harmoni.com – Siang tadi semua karyawan yang keluar dari ruang serbaguna lantai 2 kantorku  menebarkan senyum lebar dan ceria. Namun beberapa mata masih terlihat sembab memerah, tanda mereka baru saja meneteskan air mata.

 

“Selamat, panitia Farewell & welcoming party pimpinan perusahaan kami sukses mengocok emosi segenap hadirin. Tawa… Canda… kagum.. dan tangis melebur dalam satu kebersamaan yang tertoreh nyata dalam batin…” Ujarku dalam hati.

 

Aku yang ikut mengabadikan acara dengan handycam butut milik kantor, menangkap semua ekspresi itu dengan jelas, kami para panitia lantas saling bersalaman, dan kembali beraktifitas menyelesaikan tugas kantor yang belum usai.

 

“Sukses ya mas acaranya…?”Tanya Erwin, sobat yang duduk disebelahku yang menjadi komandan tim panitia.

 

“Semua berkat kamu win, kamu multi talent dan banyak ide…”. Ujarku dengan tebaran senyum lebar yang berbalut lemak tebal di pipi.

 

“Enggak Mas, ternyata benar-benar tidak ada superman ya.. yang ada hanya superteam, awalnya kita gak tahu mau membuat acara yang bagaimana? Info dan persiapan serba mendadak, last minute semua menghasilkan satu ide hebat yang akhirnya membalut acara sederhana ini sedemikian membekas..”

Ujarnya semangat.

 

“Pak Gun dan Santy yang berperan layaknya tukul dan vega sukses mengocol perut kita dengan konsep ‘Bukan Empat Roda’ yang saya dapatkan idenya saat hujan kemarin malam. Iringan musik yang apik dari Koh andrew selama acara, video-video editan fandi yang sangat menyentuh hati, souvenir yang disiapkan serba mendadak tp sangat berkesan, setting ruangan yang apik, nyanyian dari teman-teman yang mampu membuat seisi ruang ikut berdendang sambil meneteskan air mata, Ucapan-ucapan yang menoreh kesan mendalam, mengalir demikian indah.. Dan hebatnya lagi, semua mampu kita lakukan secara kompak dalam tim…”. Lanjutnya.

 

“Seperti itulah ide, biasanya bermula dari hal yang sangat sederhana, tapi jika di realisasikan dan diseriusi secara kompak oleh tim, akan menghasilkan sesuatu yang tidak kita bayangkan.. Terlebih jika dilakukan  terdesak waktu yang singkat dan keadaan kritis… He he.. Istilahnya MEstakung…” Ujarku sambil sesekali melihat laptop memastikan transfer video liputan acara tetap berjalan.

 

” Mestakung? Apaan tuh…?!!” Kali ini erwin menatapku, menanti lanjutan penjelasanku untuknya.

 

“Mestakung itu artinya ‘semesta mendukung’ itu teori dari Prof.Yohanes surya, bahwa kalau terdesak manusia akan mengeluarkan energi yang tak terkira, misalnya jika dikejar anjing kita bisa lari kencang dan meloncati pagar tinggi atau selokan yang sangat lebar yang saat normal akan sulit kita lakukan”. Ujarku.

 

“Ya… Ya.. Mestakung… Mestinya memang kita harus kompak dan tak perlu manja karena semua tersedia kita mengandalkan orang lain yang mestinya bisa kita lakukan..” Ujarnya.

 

“Kamu tahu siaran TV OVJ win?”

 

“Opera Van Java?”

 

“Iya, saat awal diproduksi, sempat diragukan kesuksesannya, hanya disupport skitar 40juta rupiah tiap episode, lantas dengan kreatifitas yang tak berhenti, mereka sukses menjadi tayangan unggulan di TV7, dan artisnya semua menjadi pelawak dengan bayaran luar biasa.. Skrang 40juta itu khusus untuk membuat sterefoam yang dijadikan sebagai bahan lawakan yang akan dihancurkan oleh mereka..”.

 

“Ya ya… Mereka emang kreatif ya mas.. Semua pemainnya kompak dan kreatif, sule misalnya awalnya sebagai asisten dalang, skarang menjadi pemeran utama.. He he” kini erwin tersenyum lebar.

 

“Erwin, kamu multi talent dan penuh kreatifitas, dan banyak lagi orang kreatif di kantor kita, tinggal bagaimana kita membuat sebuah tim yang kompak, dengan warna kita masing-masing namun dapat merangkainya menjadi pelangi indah di langit kreatifitas… Itulah semangat BEST di Astra Motor” ujarku seakan ada sebuah lingkaran putih bersemai di atas kepalaku.

 

“Iya mas, kita bisa menjadi pelangi dengan perpaduan warna yang kita punya… Terima kasih mas.. Sy mau siapkan video converence buat review dulu..” Ujar erwin seraya melangkah mantap dengan pelangi di hatinya.

 

Tinggal aku termenung sendiri, bersiap merangkum hasil wawancaraku bersama pak Margono menjadi 3 rubrik, Chief message, liputan khusus dan insight. Tp jariku tak kunjung bergerak, ada satu pemikiran yang belum usai kami bahas tadi, tapi apa ya?

 

Lantas aku teringat cerita Sir Edmund Hillary, orang pertama yang berhasil mencapai puncak gunung Everest. Saat ia ditanya tentang ancaman apakah yang paling besar saat mendaki gunung tertinggi?

 

Dengan pasti ia menjawab bahwa “Butiran Pasirlah yang paling berbahaya”. Butiran pasir yang kecil bisa menyusup ke dalam sela-sela kuku. Ketika dingin mendera, daging kita bisa lunak, saat itulah gesekan butir pasir dapat mengikis daging dan membuat infeksi. Indera peraba kita saat dingin menjadi kurang sensitif, kita tidak dapat merasakan jika jari-jari kita tiba-tiba menghitam dan tidak dapat digerakan lagi.

 

Dalam sebuah tim, butiran pasir itu adalah sikap “EGOIS” jika hal tersebut muncul, kita harus sepakat untuk menyingkirkannya dari ‘sepatu’ yang dipakai oleh tim untuk melangkah.

 

Keyakinanku, bahwa aku, erwin, dan semua tim sepakat untuk bersama-sama menyingkirkan butir pasir itu dari sepatu kami masing-masing hingga akhirnya kami dapat selalu menjadi true champion.

@bus primajasa, jurusan Priuk-Merak. – 5 april 2012. Pukul.17.39 s.d 20.17 WIB.

Oleh Abdul Latief, WTS

WTS: Writer Trainer Speaker. Penulis telah menerbitkan beberapa buku dan aktif di pengembangan sumber daya manusia, training public speaking, leadership, managemen, motivasi, dan beragam program lainnya bagi termasuk menyemai pengembangan para pelajar dan mahasiswa di Banten dengan program Early Leadership dan Early Motivaton.

follow twitter: @pondok_harmoni

Instragram : @abdullatiefku & @harmonydailyquotes

Email : pondok.harmoni@gmail.com

i

About abdullatiefku

Check Also

Sel Perubahan Perilaku

Sel Perubahan Perilaku.   pondok-harmoni.com – Hari ini sangat sibuk sekali, senin yang sibuk diawali …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *