Breaking News
Home / Tulisan / Manajemen / Menjadi Pribadi Terpercaya

Menjadi Pribadi Terpercaya

Menjadi Pribadi Terpecaya

 

 

pondok-harmoni.com – Setelah seminggu urung mencukur rambut karena setiap kali menyambangi barber shop selalu penuh, akhirnya kemarin malam sepulang kerja aku mendapati barber shop itu sepi, langsung saja aku mencukur rambut.

 

“Silahkan duduk Pak.. Mau dicukur model apa?” Ujar tukang cukur itu dengan sangat sopan dan bertebar senyum lebar di bibirnya.

 

“Cukur rata saja, 2 centi, biar cepat…” Ujarku sambil duduk sekaligus melepas lelah setelah seharian bergulat dengan aktifitas di kantor.

 

Dengan sigap dan lincah, tukang cukur yang masih berusia skitar 20-an itu mempersiapkan segala perlengkapan dengan baik, tanda ia sudah terlatih dengan pekerjaan yang ia geluti ini. “Sudah siap pak?” Ujarnya lagi dengan penuh semangat bertabur senyum.

 

“Bapak terlihat lelah, kerja di mana Pak?” Sambil tangkas mencukur, tak lupa ia bumbui dengan obrolan ringan yang menghangatkan dan membangun suana akrab. “Biar semangat dan gak terasa lama kalau cukur sambil ngobrol..” Tuturnya.

 

Mesin cukur terus menderu menggilas habis rambutku, sang pemuda terus asyik berbincang denganku tentang asal daerahnya, rekan dan kerabatnya yang juga berprofesi tukang cukur, hingga suka duka pekerjaannya. Suasana terasa renyah dan santai memang, hingga sampai pada pertanyaanku “barber shop ini punyamu sendiri?”

 

“Ha ha.. Bukan Pak, saya hanya kerja di sini, yang punya bos saya..”

 

“kamu nyukur sendirian di sini?”

 

“Iya, sekarang saya sendiri, dulu ada teman saya, tapi dia pindah..”

 

“Ramai juga kelihatannya, setiap kali saya mau cukur selalu antri?”

 

“Syukur alhamdulillahh, namanya usaha Pak, kadang ramai kadang sepi, kalau hari kerja memang banyak yang cukur pulang kerja seperti bapak”

 

“Berapa orang yang cukur setiap harinya?” Tanyaku dengan penasaran.

 

“Kalau hari biasa paling sedikit 20 orang, tapi kalau sabtu minggu bisa sampai 40 orang Pak..”

 

“40 orang? Memangnya terkejar cukur sebanyak itu? Lalu kamu gak pernah libur 7 hari seminggu?”

 

“He he, syukurlah semua tercukur dengan baik, saya liburnya cuma kalau pulang kampung aja, setahun sekali atau dua kali..”

 

“Wah rajin sekali ya…”

 

“Iya pak, selagi sehat kita harus rajin, kan katanya kalau mau sukses memang harus rajin dan semangat..” Ujarnya dengan tetap menjaga fokus kerja dan obrolan.

 

“Lalu, sistem upah dari bos mu gimana?” Tanyaku makin mendalam.

 

“Sistem bagi hasil, masing-masing 50% pak, saya dan bos saya..”

 

“Lalu, ruko, AC, dan segala perlengkapan ini siapa yang menanggung?”

 

“Semuanya Bos saya yang bertanggung jawab, dari mulai listrik AC, dan semua perlengkapan cukur ini. Kalau perlu apa-apa, saya lapor ke bos”

 

“Lalu sistem pencatatan pelanggan yang dicukur gimana? Siapa yang mengawasi..”

 

“Ada pembukuannya pak, semua saya catat jumlah setiap pelanggan yang datang..bos sih terima jadi saja semua laporan saya. Datang juga jarang dan cuma sebentar..”

 

“Trus siapa yang ngawasin kamu? Bisa aja kan kamu gak catat sesuai jumlah yang datang?” Tanyaku makin penasaran.

 

“Sangat bisa kalau saya bohong pak, tapi kan semuanya sistem kepercayaan.. Kan ada Allah yang ngawasin kita. Dan rezeki hasil kayak gitu gak akan berkah..  Bakal cepet habis dan gak terasa”.

 

“Wah hebat ya kamu.. Luar biasa”. Pujiku sambil menikmati pijatan khas tukang cukur di kepalaku.

 

“Biasa saja kok Pak, prinsipnya sederhana pak, Kalau bos saya maju, pasti saya otomatis ikutan maju. Dan kalau saya maju, saya akan membuka usaha cukur sendiri, kan orang jujur pasti beruntung.. Saya mau beruntung karena jujur. Sudah selesai Pak.. Bagaimana, masih ada yang kurang pak?”. Ujarnya sambil membereskan semua properti yang melekat padaku, tanda pekerjaannya telah usai.

 

Aku memperhatikan setiap sudut hasil cukurannya “oke, semua sudah oke, terima kasih banyak..” Aku merogoh kantong menyodorkan ongkos cukur.

 

“Terima kasih banyak pak, ini uang Kembaliannya..”

 

“Gak usah, buat kamu aja… Terima kasih atas cukuran bermaknanya”.

 

Sepanjang perjalanan menuju rumah, aku menerawang, berangan-angan seandainya semua karyawan di kantorku adalah karyawan yang trustworthiness (pribadi yang terpercaya) sepert salah satu point core values perusahaanku layaknya pemuda tukang cukur tadi. Pasti perusahaanku akan melesat maju melebihi pertumbuhannya saat ini.

 

Dan sebagai warga negara, aku terus memimpikan para pemimpin dan segenap penduduk Indonesia menjadi trustworthiness.. Pastilah Indonesia jaya, indonesia Raya…

 

@Bus Asli Prima Jurusan Priuk-Merak.

Oleh Abdul Latief, WTS

WTS: Writer Trainer Speaker. Penulis telah menerbitkan beberapa buku dan aktif di pengembangan sumber daya manusia, training public speaking, leadership, managemen, motivasi, dan beragam program lainnya bagi termasuk menyemai pengembangan para pelajar dan mahasiswa di Banten dengan program Early Leadership dan Early Motivaton.

follow twitter: @pondok_harmoni

Instragram : @abdullatiefku & @harmonydailyquotes

Email : pondok.harmoni@gmail.com

About abdullatiefku

Check Also

Bersama Lebih Maksimal

Bersama Lebih Maksimal   pondok-harmoni.com – Siang tadi semua karyawan yang keluar dari ruang serbaguna …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *