Breaking News
Home / Tulisan / Motivasi / Ujian, Semoga Naik Kelas

Ujian, Semoga Naik Kelas

Ujian, Semoga Naik Kelas

Minggu, 29 Maret 2009 Pukul 22.30 WIB.

Oleh Abdul Latief

 

“Tief, gw request satu tulisan tentang hakikat hidup. Gw lagi butuh renungan di minggu-minggu ini. Setiap hari gw selalu berharap muncul tulisan lo ke Email gw, tapi kok sudah sebulan ini gak muncul. Gw tunggu ya…

Kata-kata di atas adalah sebuah pesan singkat yang kuterima di kantung email dari Udin sobatku. Udin memang salah satu sobat yang selalu setia menanti dan mengomentari tulisan diary-ku. Bahkan suatu kali udin pernah terjebak banjir di petak kost-ku saat kami menghabiskan malam dengan berdiskusi tentang kehidupan.

Minggu ini mungkin minggu yang berat untuk Udin, seberat apa?  aku sendiri tak tahu. Sebenarnya hari-hari berat tidak hanya dominasi Udin, melainkan buatku juga. Bahkan sempat kutulis di status Facebook-ku ”Maret 2009, bulan terberat sepanjang hidup..”. ada apakah gerangan yang terjadi padaku? Tak akan kuceritakan, yang jelas sangat berat dan bertubi-tubi sehingga rambut dikepalaku kugunduli untuk meringankan beban dan panasnya otak di kepalaku, tidak hanya itu dua buah handphone-ku rusak berkeping-keping akibat secara tak sadar terbanting ke lantai saat kupegang, juga lensa kamera kesayanganku tiba2 saja rusak dan tak bisa diperbaiki lagi. Semua ibarat pepatah lama ”Sudah jatuh, tertimpa tangga pula…”.

 

Kusadari bahwa semua yang terjadi padaku adalah penggalan dari ujian hidup yang harus kulalui untuk naik kelas kehidupan. Saat aku SD aku sangat takut untuk menempuh sekolah di SMP karena merasa tak sanggup menjalani beratnya materi pembelajaran di sana, namun setelah kuhadapi akhirnya hasil gemilang berhasil kuraih. Begitu juga saat SMP menjelang SMU, SMU menjelang kuliah, dan Kuliah menjelang bekerja. semua yang terjadi pada kita adalah bagian dari fase hidup yang harus dijalani, dan setiap fase akan menguji kita sebagai syarat kelulusan untuk melanjutkan ke fase lainnya yang lebih tinggi.

Menghadapi ini semua, satu-satunya kekuatan yang kupegang adalah harapan pada-Nya untuk segera mengakhiri ujian dan menyatakan aku lulus dengan gemilang untuk melanjutkan ke fase hidup yang lebih tinggi dari sebelumnya. ”Badai pasti berlalu… setiap masalah ada solusi.. setiap penyakit ada obat… dan Ujian pasti membuahkan hasil… semoga saja hasil terbaik yang kuterima.

Aku juga teringat dengan pengalaman ku pada suatu hari saat tengah mengendarai sepeda motor. Ketika sedang melaju dengan kencang, tiba-tiba aku menghantam sebuah lubang yang cukup dalam di suatu jalan. Akibat hantaman itu, hampir saja aku terpelanting dan jatuh dari motorku itu. Pada hari-hari berikutnya, ketika aku melewati jalan yang sama, aku teringat bahwa di tengah jalan itu ada lubang yang berbahaya, dan itu membuatku lebih waspada sehingga aku terhindar dari kesalahan yang sama.

Aku yakin bahwa kita semua pernah menghadapi kondisi yang hampir membuat kita terpelanting dan jatuh, bukan hanya terperosok di lubang saat berkendara melainkan juga masalah bahkan kegagalan dalam hidup kita. Bila kita mengalami sebuah masalah atau kegagalan, maka kita bisa belajar agar tidak mengalami kegagalan yang sama. Kita bisa mempelajari apakah yang menyebabkan kita gagal, sehingga ketika kita berada di “jalan” yang sama lagi, kita bisa lebih waspada dan menghindari kesalahan yang sama.

Kesalahan kita saat menghadapi masalah adalah menggunakan kacamata yang tidak sesuai dengan masalah yang kita hadapi. Menyelesaikan ujian di SMU tentunya tidak bisa menggunakan pola pikir kita saat SD, namun kita tidak bisa mencapai SMU tanpa melalui terlebih dahulu semua materi dan teori yang kita pelajari sejak SD. Misalnya menyelesaikan rumus-rumus logaritma tidak bisa terselesaikan hanya dengan teori yang kita pelajari di SD, namun materi penjumlahan sederhana saat kita SD tetap mutlak dibutuhkan untuk memecahkan soal logaritma itu.

Seperti itulah Allah mendidik kita, setahap demi setahap kita diberikan ujian untuk dilalui, semua itu bukan berarti Allah senang menyiksa kita, melainkan bagian dari kasih sayang-Nya untuk menjadi kan kita pribadi yang tangguh dan mulia.

Tak jarang juga kita gagal saat melalui Ujian, namun selama harapan dan semangat kita tak hilang, Allah akan memberikan ujian ulangan agar kita bisa menapaki kelas kehidupan yang lebih tinggi dari sebelumnya. Setiap kita gagal atau berhasil, Allah tak akan pernah berhenti memberikan ujian hingga menghantarkan kita ke posisi yang layak. Karena itulah ada banyak orang yang menempati posisi mulia di akhir hidupnya, namun ada juga yang tak membuat diri mereka terhina karena tak melalui ujian hidup dengan baik.

Manusia memang tidak lepas dari kegagalan, sebab Allah memang mengizinkan kita mengalami kegagalan, supaya kita tahu bagaimana caranya mencapai keberhasilan. Allah mengizinkan kita jatuh, supaya kita tahu bagaimana caranya bangkit kembali dan tidak terjatuh lagi di tempat yang sama. Keberhasilan dibangun dari kebangkitan kita setiap kali kita gagal. Wallahu A’lam.

 

Catatan :

Udin Sobatku, aku mohon maaf belum bisa menjawab permintaanmu tentang hakikat hidup, sebab aku hanya anak kecil yang kini sedang terlena bermain dan mengumpulkan serpihan kerang di pinggir pantai, padahal hakikat hidup itu ada di dalam samudera yang harus kita selami. Namun ada peta yang me-navigasi kita meraihnya yaitu Al-quran dan Hadits, mari sama-sama kita selami samudera kehidupan dengan panduan peta itu.

www.pondok-harmoni.com

Follow: @pondok_harmoni

About Admin

Check Also

Katak Tuli

Katak Tuli     pondok-harmoni.com – Sebulan yang lalu, entah mengapa aku rindu pada Profesor …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *