Breaking News
Home / Tulisan / Manajemen / Wawancara yang Mencerahkan

Wawancara yang Mencerahkan

Wawancara yang Mencerahkan

 

pondok-harmoni.com – Beruntung sekali hari ini aku berhasil mewawancarai Pak Margono Tanuwijaya, Chief Executive PT.Astra International Tbk -Honda, yang besok hari akan mengikuti acara Farewell-welcoming (pisah sambut) sebagai seremoni melepas beliau selaku pimpinan tertinggi di kantor kami yang akan perpindah dinas di kantornya yang baru selaku Direktur Marketing PT.Astra Honda Motor, yang akan digantikan oleh Bpk. Sigit Kumala.

 

Seminggu lebih kami menunggu kesempatan wawancara ini untuk mengisi rubrik liputan utama di majalah Internal kami, Amazing – Astra Motor Magazine. Akhirnya di penghujung masa dinas beliau ini aku dan tim berkesempatan untuk wawancara selama 15 menit.

 

Bagi aku yang pernah bergelut di dunia jurnalistik, tidak akan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga ini untuk menggali materi berita sebanyak-banyaknya. Walhasil dengan draft pertanyaan yang aku siapkan dan dengan berbekal improvisasi saat wawancara, ternyata wawancara yang sedianya 15 menit, berlangsung menarik hingga 1jam 45 menit.

 

Waktu berjalan demikian cepat, semua perbincangan mengalir demikian deras, sesekali wawancara dilumuri dengan tawa dan intonasi penuh semangat dari beliau yang sangat antusias menjawab beberapa pertanyaan ‘mengelitik’ dariku.

 

Disaat semua materi inti yang aku butuhkan sudah tergali dan dirasa cukup bahkan jika dibuat artikel sepanjang 10 halaman, aku tertarik untuk menggelitik beliau dengan pertanyaan di luar konteks materi.

 

Naluriku sebagai mantan pemandu talkshow di beberapa stasiun radio, telah secara refleks mengajukan beberapa pertanyaan yang sedemikian menyentuh, hingga akhirnya bibir beliau tiba-tiba kaku, kata-kata mulai keluar tersendat, hingga akhirnya mata beliau memerah dan mengucurkan air mata.

 

Beberapa saat beliau terdiam, hingga akhirnya mengambil selembar tisue untuk mengusap air mata yang cukup deras mengalir. Perbincangan terhenti sejenak, menunggu moment kata berikutnya yang pastinya sangat menyentuh bagiku dan rekanku yang tengah mengabadikan moment ini.

 

Anda semua pasti menantikan apa saja obrolanku hingga membuat beliau meneteskan air mata? Untuk hal yang satu ini saya tidak akan tuliskan di sini,karena beliau sempat bilang, tak usah direkam dan ditulis. Sebagai mantan wartawan walaupun masih amatiran, aku menghormati etika “off the record”. Jadi, temanku berhenti merekam, dan aku tidak menulis.

 

Ini bukan kali pertama aku berbincang panjang dengan beliau, dan kesanku tetap sama,setiap kali berbincang, beliau melebur jarak status antara aku sebagai staff rendahan dengan beliau sebagai pimpinan tertinggi di kantorku, kutangkap semangat KETERBUKAAN dan BERBAGI ILMU yang kuat dari beliau. Semangat inilah yang mestinya dimiliki setiap pemimpin.

 

Setuju atau tidak, bagiku beliau sukses memimpin perusahaanku hingga berhasil merebut “Astra Award” sebuah penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Astra untuk perusahaan terbaik yang bernaung di Astra, 158 anak perusahaan berebut penghargaan ini, dan kamilah pemenangnya.

 

Beliau tidaklah sempurna, pasti ada cela dan banyak kekurangan yang perlu dilengkapi, dan itu pulalah yang aku pelajari darinya. “Saya tidak pernah mengidolakan seorang tokohpun, karena setiap orang punya kekurangan dan ada sisi positif, daripada menghabiskan energi mengomentari keburukannya lebih bijak untuk menarik insight positif dari setiap tokoh..”.

 

“Layaknya membaca buku 100 tokoh pemimpin, pasti setiap orangnya memiliki ciri khas dan sisi positifnya masing-masing, tinggal kita menyatukannya layaknya puzzle menjadi gambaran yang utuh seorang pemimpin yang baik..”.

 

Kepemimpinan baginya adalah suri teladan, “Leadership is Role Model, hanya mereka yang dapat menjadi role Model yang layak disebut pemimpin yang baik..”

 

“Setiap orang harus meninggalkan sesuatu yang positif di manapun dia berada,terlebih seorang pemimpin, ia harus terus berinovasi dan melakukan improvement, mereka harus selalu memotivasi timnya, menciptakan allignment, menjadi penyambung komunikasi yang efektif, itulah fungsi pemimpin…”. Tambahnya semakin melengkapi perbincangan ini..

 

Aku tak tahu seperti apa suasana langit Jakarta saat itu, yang kurasakan hanyalah langit ceria di ruang kantor beliau yang memberiku banyak inspirasi..

 

Diakhir perbincangan ini beliau menyelipkan seutas senyum berbalut kata “saya telah mengalami banyak hal, semua itu menambah banyak pengalaman hidup bagi saya, tapi tak ada satupun yang menghentikan saya untuk terus belajar… Terlebih kalian yang masih panjang perjalanannya, pasti akan sukses selama terus belajar dan berkarya…”

 

Sebuah senyum yang makin lebar tergantung di bibir beliau seraya berdiri menyalami kami dengan hangat.. “Terima kasih atas segalanya…”. Di luar ternyata sudah berkumpul seluruh karyawan yang siap berfoto bersama sebagai kenangan terindah bersama beliau..

 

Terima kasih Pak… Selamat berkarya…

 

@bus primajasa priuk-rangkas bitung. 4 april 2012. Pukul 19.15 s.d 21.11 WIB.

Oleh Abdul Latief, WTS

WTS: Writer Trainer Speaker. Penulis telah menerbitkan beberapa buku dan aktif di pengembangan sumber daya manusia, training public speaking, leadership, managemen, motivasi, dan beragam program lainnya bagi termasuk menyemai pengembangan para pelajar dan mahasiswa di Banten dengan program Early Leadership dan Early Motivaton.

follow twitter: @pondok_harmoni

Instragram : @abdullatiefku & @harmonydailyquotes

Email : pondok.harmoni@gmail.com

About abdullatiefku

Check Also

Sel Perubahan Perilaku

Sel Perubahan Perilaku.   pondok-harmoni.com – Hari ini sangat sibuk sekali, senin yang sibuk diawali …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *